Month: October 2015

K0n515t3n D4N K0m1tm3n

Konsisten adalah kunci. Kunci untuk melanjutkan hidup. Hidup memang akan berlanjut dalam ketidakpastian dan ketidaktentuan, atau sebut saja ‘unpredictable’, namun ke-konsisten-an harus tetap dipertahankan. Namun kenyataannya ke-konsisten-an cukup sulit bagi manusia yang hidupnya terlalu santai. Iya, karena sebenarnya semua yang ‘terlalu’ slalu tidak baik.

Konsisten selalu berhubungan dengan komitmen. Komitmen ini dalam keseharian merupakan sesuatu yang hard to listen and harder to do. Komitmen harus dibangun dari perilaku positif manusia itu sendiri. Mayoritas manusia merasakan kebosanan, sesuatu yang konotatif, atau biasa disebut perilaku negatif.  Ketika kebosanan telah melanda manusia maka itu merupakan ujian terbesar dalam menghadapi komitmen dan konsisten. Pada saat itulah terjadi perang paradigma positif dan negatif, sekali lagi sesuatu yang bernama konsisten menuntut manusia untuk memenangkan bentuk positif.

Membangun komitmen dibutuhkan sifat konsisten, begitu pula sebaliknya, tanpa dukungan sifat konsisten tidak akan muncul suatu komitmen yang hakiki. Konsisten merupakan kontinuitas, pantang berhenti ditengah jalan, pada apapun kesulitan yang datang pantang lelah, pada berbagai kendala kapanpun pantang menyerah. Pada intinya, ketika komitmen ingin dibarengi dengan sifat konsisten maka ada tiga hal yang tidak boleh terlewatkan yaitu pantang ulur waktu, pantang tolak tugas, pantang tugas tidak selesai.

Peluang

Bermain kartu remi mengajarkan kita untuk menemukan dan mengambil peluang. Kita hanya diberikan waktu sepersekian detik untuk memilih peluang. Peluang yang dipilih pun terkadang bisa menguntungkan atau merugikan. Andai saja peluang bisa dirumuskan maka rumusannya (a+b=ab). Sayangnya, peluang tidak bisa dirumuskan. Begitu juga dengan cinta. Cinta juga tidak bisa dirumuskan. Peluang = Cinta. Andai cinta bisa dirumuskan maka motivator akan kehilangan pekerjaannya. Sekian

Jangan pernah menawarkan harapan apalagi memberi kepastian

Ketika anda disuruh mengamati konflik Timur Tengah, maka kesulitan yang anda akan capai adalah menemukan pangkal permasalahan dari setiap konflik. Konflik Timur Tengah mulai hits ketika Israel mulai memerdekakan diri pada tahun 1947. Lord Rottschild adalah salah satu pelopor yang mana membantu Israel mendapatkan kemerdekaan setelah terlunta-lunta karena diasingkan berbagai wilayah seperti Jerman dan Rusia. Pembantaian besar-besaran (Holocaust) yang dilakukan oleh Hitler sehingga menewaskan ± 6 juta kaum Yahudi (klaim dari media Barat) serta pengusiran masyarakat Rusia kepada kaum Yahudi akibat perselisihan antara Kristen dan Yahudi membuat Israel memendam luka lama yang (mungkin) kemudian dilampiaskan di kemudian hari.

Titik balik Israel untuk memukul Arab terjadi pada tahun 1967 yang mana Israel mendapat kemenangan mutlak dari Arab yang waktu itu dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser (Mesir). Kemenangan yang sampai saat ini dirasa masih relevan untuk diperbincangkan kembali. Israel sempat mengalami kekalahan ketika Anwar Sadat memimpin. Kemudian, perjanjian damai  didengungkan mulai dari Oslo I sampai Oslo II untuk menegasikan Arab dan Israel. Sayangnya perjanjian damai tersebut mulai luntur maknanya. Kini, kaum Israel mulai memperluas wilayah yang mengakibatkan induk semangnya yaitu Palestina semakin teralienasikan dari wilayahnya sendiri.

Kasus terbaru adalah perebutan kekuasaan tentang siapa yang berhak menguasai Masjid Al Aqsa. Setelah berpindah – pindah kekuasaan dari Jordania, Israel, dan Palestina maka Al Aqsa sepenuhnya dikendalikan oleh Jordania. Jordania mencoba memperlakukan kedua negara yaitu Israel dan Palestina dengan memberi kebebasan dalam menjalankan ibadahnya di daerah yang telah diberikan Jordania. Sayangnya, karena dua negara Israel dan Palestina masih mengalami pertentangan yang cukup sengit maka sampai saat ini kedua negara tersebut bak air dan minyak. Saat ini Jordania mulai berkoalisi dengan Israel dan Mesir mulai membatasi gerak masyarakat Palestina untuk menggunakan Masjid Al Aqsa. Hal ini tidak terlepas ketakutan Jordania terhadap Hamas,Jihadis Islam dan Ikhwanul Muslimin. Oleh karena itu, Jordania menggandeng mitra terdekat yaitu Mesir dan Israel. Israel dan kondisi Mesir sekarang anti terhadap Ikhwanul Muslimin dan ini mengakibatkan perselingkuhan politik. Telah diketahui banyak pengamat Timur Tengah bahwa Mesir dan Jordania adalah negara terdepan untuk membela Palestina. Namun hal ini berbanding terbalik akibat kekuasaan politik yang mana PM Netanyahu (Israel) dan El Sisi (Mesir) begitu bencinya terhadap Ikhwanul Muslimin. Terbukti Mesir banyak memenjarakan para dedengkot IM di era El Sisi. Israel mengambil untung  sehingga ketika harapan Israel untuk membendung Palestina menjadi kenyataan setelah Jordania dan Mesir ikut bergabung. Kini, Israel berada diatas angin untuk memonopoli kepentingannya. Perselingkuhan politik yang menyebabkan logika konflik tersendat. Seharusnya Mesir dan Jordania membantu Palestina namun kini berbalik membela Israel karena sentimen terhadap IM.

Adagium pun muncul yang salah satunya adalah Jangan pernah menawarkan harapan apalagi memberi kepastian terhadap Israel.

Muka (Ekspresi) Datar

Jika anda merasa memiliki ekpresi/bermuka datar maka terpujilah dirimu. Dalam dunia politik, bermuka datar sangat menguntungkan. Baik lawan maupun kawan anda tidak akan pernah bisa membedakan kapan anda bahagia atau sedih, sepakat atau tidak sepakat, dan bahkan sabar atau emosi. Mungkin mereka hanya bisa menerka dan biasanya tebakannya terhadap ekspresi anda pasti berujung kesalahan. Gimana ndak salah terus, ibarat hewan anda itu belut yang selalu susah ditangkap kemudian belutnya diberi oli jadinya selain belutnya susah ditangkap, belut tersebut susah juga ditebak ke arah mana belut tersebut berkelit.

Itu untuk urusan politik. Sedangkan dalam dunia romansa ?  Aah anda harus belajar banyak dari seorang playboy/playgirl bagaimana cara berekspresi yang menarik dan meyakinkan. Ketahuilah bahwa orang datar itu lebih ndak menarik daripada orang pendiam. Menyakitkan atau Mengerikan ? Silakan anda tebak sendiri saja

Polisi (Tidur) Baik

Sering kesal dengan polisi tidur ? Terkadang iya tapi terkadang nggak. Saya seringkali heran dengan adanya polisi tidur. Polisi tidur itu dibuat supaya orang yang melewati jalan tersebut berkendara dengan pelan. Di kampung, polisi tidur dibuat jika jalan kampung sudah mulus. Kalo jalan kampung ndak mulus ya ndak mungkin ada polisi tidur. Jalan dibuat mulus supaya orang-orang bisa menikmati jalan tersebut. La kalo ada polisi tidur maka orang agak sulit menikmati polisi tidur. FYI, jika  kendaraan lewat situ otomatis pasti ngrem. Ndak mungkin kalo ndak ngerem pasti anda bakal benjut seperti plang yang ada di kampung. Anda sopan kami segan

Sujud

Seringkali kita lupa cara bersyukur kepada Yang Kuasa. Itulah manusia yang terkadang hanya memikirkan apa yang diinginkan namun melupakan apa yang terlewatkan termasuk penulis. Manusia dapat mengucap atau melakukan tindakan bersyukur dengan berbagai cara. Islam mengajarkan bersyukur dengan berucap ‘Alhamdulillah’. Nasrani mengajarkan bersyukur dengan berucap ‘Puji Tuhan’. Setiap kepercayaan pastinya akan mengajarkan cara untuk bersyukur kepada Yang Kuasa.

Sujud juga salah satu bentuk syukur. Menurut saya, bersujud adalah cara paling epik dalam mengekspresikan rasa syukur kepada Yang Kuasa. Belum tentu semua manusia mau melakukan hal tersebut di hadapan orang-orang banyak. Sujud paling populer tentu sujudnya timnas Indonesia U-19. Sejatinya sujud yang dilakukan sama seperti yang lain namun karena itu dilakukan dihadapan orang banyak dan mereka melakukannya setiap kali mencetak gol maka maka masyarakat menilai bahwa timnas Indonesia U19 rajin bersyukur.

Bersyukur itu memang sulit bagi siapa saja yang jarang bersyukur. Tapi, bagi yang lagi senang karena nilai di sekolah/universitas lagi sedang bagus-bagusnya atau punya pasangan baru dan mungkin bagi pembaca yang sedang patah hati atau nilai di kampus/sekolah sedang buruk-buruknya cobalah untuk bersujud. Karena dalam bersujud anda akan menemukan sesuatu yang baru. Bersyukurlah sampai anda benar-benar menikmatinya.

sujud

*Bukan Mario Teguh, cuma berbagi pengalaman hidup.

Imajinasi dalam Televisi

Berimajinasi adalah hak manusia yang paling jujur dan bersih. Ketika anda sedang berimajinasi, tentunya anda berharap imajinasi tersebut menjadi kenyataan. Harapan tersebut akhirnya terwujud dengan hadirnya televisi. Televisi membentuk sistem agar imajinasi manusia dapat tersalurkan. Namun dengan adanya televisi, imajinasi tersebut telah memiliki batasan. Batasan itu dibentuk agar manusia hanya berimajinasi sesuai kemauan televisi. Pada akhirnya televisi yang akan mengendalikan pikiran serta perbuatan manusia.

*Siapa yang membutuhkan imajinasi jika kita sudah punya televisi. Lirik dari Melancholic Bitch “Mars Penyembah Berhala”