Category: Politik

Curhat Terbuka untuk Lord of Setya Novanto

Sumber: bbc.com

Saat ini, di seluruh media Indonesia hingga internasional, semua memberitakan Lord of Setya Novanto. Mulai dari situs liberal hingga radikal. Mulai dari situs berjudul click bait hingga situs click unbait. Semua sepakat. Setya Novanto akan menjadi manusia terpopuler di tahun 2017.

Kehebohan beritanya mampu menutupi berita–yang sejatinya–lebih penting.

Pertama, BPJS akhirnya mengakui bahwa sumbangsih perokok terhadap dunia kesehatan begitu besar. Buktinya, dana cukai rokok sangat dibutuhkan untuk menutupi defisit dana BPJS.

Kedua, sejak Senin (21/11/2017) secara resmi Pertamina menaikkan harga bensin jenis Pertamax menjadi Rp8.400,-. Kalian pasti belum tau kan? Ini memang pengalihan isu. Dan dipilihlah Setya Novanto menjadi korban pengalihan isu. Sungguh mulia, Lord SN.

Ketiga, saya mau menerbitkan buku. Tolong dibeli ya. Makasih.

Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya akan menulis “Curhat Terbuka Untuk Setya Novanto.”

Lord of Setya Novanto yang terkasih,

Begini Lord. Anda pasti tahu bahwa lini masa dipenuhi dengan namamu. Meme milikmu hingga ada lagu yang berkisah tentangmu. Sesungguhnya kami lelah. Tidak betah. Dan ingin muntah.

Tapi kami sadar. Berkat kasusmu yang sungguh mendunia dari Polewali Mandar hingga Madagaskar, rakyat Indonesia kini telah bersatu. Rakyat Indonesia yang (pernah) terbelah menjadi kedua kubu karena pilpres, untuk saat ini agaknya bernafas lega. Mereka mampu bersatu padu tanpa ada tendensi untuk saling melontarkan obrolan saru.

Anda lihat? Baik kubu yang suka bikin demo berjilid-jilid maupun kubu yang suka bubarin pengajian, mereka saling merangkul. Bersatu padu untuk membencimu dan mencacimu. Seakan anda adalah musuh bersama bagi kedua kubu.

Saya tak habis pikir. Dari mana anda mendapatkan ide–yang sedemikian brilian–itu untuk menyatukan pikiran dan hati–yang terlanjur runtuh karena gontok-gontokan yang tak akan ada habisnya? Saya jadi sepakat ketika sebuah pesantren memberi gelar KH kepada anda. King of Human. Raja Manusia. Sangat layak namun khayal.

Lord of Setya Novanto yang tersayang,

Begini Lord. Indonesia sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisatanya. Melalui slogan Wonderful Indonesia, per April 2017 lewat The Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), Indonesia mampu menembus peringkat 42 dunia. Peringkat yang naik cukup tinggi jika dibandingkan di tahun 2015, Indonesia hanya menermpati peringkat 70.

Anda tau itu karena apa? Ini tak lain karena banyak tempat-tempat wisata Indonesia yang unik sekaligus asyik. Jokowi berencana meningkatkan pariwisata dengan membuka tempat-tempat wisata yang baru.

Bak gayung bersambut. Pekan lalu, anda berhasil membuka tempat wisata baru. Apa itu? Tiang listik. Asal anda tahu, di tempat ‘kecelakaan’ tersebut kini ramai dikunjungi masyarakat. Saat ini, memang hanya masyarakat dari Jakarta Selatan yang sering berkunjung.

Menurut penerawangan, pekan akhir nanti diperkirakan masyarakat se Jabodetabek akan mengunjungi tempat tersebut. Dan tentu saja mereka penasaran. Apa yang membuat mereka penasaran? Bakpao.

Ya, mereka sedikit bingung. Bagaimana caranya mobil dengan kecepatan 20 km/jam mampu membuat anda mengalami benjolan sebesar bakpao? Ini menarik disimak. Diperkirakan di sekitar tempat tersebut akan bermunculan wahana baru. Seperti, foto dengan boneka bakpao, test drive menggunakan mobil-mobilan kemudian melaju dengan kecepatan “tinggi”, dan foto selfie dengan kumpulan meme anda.

Lord tak perlu khawatir atau buru-buru melaporkan ke pihak berwajib. Saran saya, kumpulkan saja meme tersebut. Uruslah hak cipta dan hak milik. Niscaya, jika nanti anda dinyatakan bersalah, kantong anda tak akan pernah menyerah.

Karena mengambil judul lagu dari Efek Rumah Kaca bahwa pasar bisa diciptakan, cipta bisa dipasarkan maka anda bisa mengimplementasikannya dengan sempurna. Dan jangan lupa beri slogan pada hak cipta meme anda. Seperti contoh “Sedikit Tiang, Banyak Meriang.”

Lord of Setya Novanto yang tertampan,

Saya cukup kaget ketika ternyata masa lalu anda begitu gemilang. Di usia 21, anda pernah menjadi model bahkan mendapat gelar sebagai pria tertampan. Jadi wajar, ketika wajah anda mendapatkan benjolan sebesar bakpao maka tiang listrik yang harus disalahkan.

Kok bisa-bisanya tiang merusak ketampanan anda yang sungguh absolut. Saya tahu, anda telah mengganti pengacara dari Fredrich Yunadi menjadi Otto Hasibuan. Ya, tampaknya anda benar-benar paham mana pengacara yang mampu membantu menyelamatkan anda. Dengan track record Otto sebagai mantan pengacara Jessica dalam kasus kopi sianida, saya yakin anda meraih hasil yang terbaik di pengadilan.

Cuman begini.

Kalo pun nantinya anda dinyatakan bersalah, ya sudah mbok ngaku kalah. Toh, anda kan sudah meraih empati dari manapun. Sudah dibantu pengacara terbaik, eh masih mendapat ‘bantuan pula’ dari si Nazaruddin. Saya lama tak mendengar kabarnya. Kok tiba-tiba sudah muncul di kasus anda. Ajaib.

Ingat Lord, kebaikan-kebaikan anda sungguh tak terhingga. Menyatukan pikiran dan hati 260 juta rakyat Indonesia pasti sulit. Sampai-sampai Jusuf Kalla bilang kalo anda termasuk orang sakti. Tak ada yang menyangkal secuilpun ungkapan Jusuf Kalla.

Oleh karena itu sebagai penutup, izinkan saya mewakili seluruh rakyat Indonesia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada anda. Karena anda, Indonesia lebih berbahagia.

Jika ada slogan populer yaitu Vini, Vidi, Vici maka anda telah menciptakan slogan serupa dan bahkan lebih populer.

Sakti, Sikat, Sakit.

Advertisements

Daripada Meme, Sekalian Saja Mural Berjamaah

setnov-1

sumber: suratkabar.id

Beruntunglah kita, pemuda zaman now menikmati kebebasan berpendapat dalam bentuk teknologi informasi. Bisa mengakses layanan siaran pertandingan sepakbola lewat situs-situs bajakan,  bisa menonton film tanpa harus datang ke bioskop dan bisa mengkurasi foto seseorang lewat layar kaca dalam bentuk meme.

Akan tetapi, khusus yang terakhir tampaknya akan menjadi masalah. Dan baru bisa menjadi masalah ketika yang kamu kurasi adalah foto pejabat.

Seriyes. Di saat kita bebas menggunakan imajinasi, adakalanya kita akan terhambat oleh regulasi. Bukannya dipuji, eh malah dicaci.

Setidaknya itu mungkin yang dialami oleh para pembuat meme sang Don Setyo Novanto. Tau kan? Itu lho orang paling sakti di tanah air Indonesia.

Mau tau kesaktiannya? Terbaring sakit dengan aneka gejala penyakit dari kepala, pundak, lutut, kaki eh tiba-tiba musnah penyakitnya. Bukan dengan pengobatan kimia tapi melalui ‘pengobatan’ pengadilan.

Aneh ya? Itu pengobatan alternatif terkini dan terpopuler. Jika kamu memiliki masalah dengan rakyat Indonesia misal mencuri uang atau menenggelamkan harta maka solusinya ya ke pengobatan pengadilan. Kamu akan diberikan obat manjur nan ampuh. Apa itu?

Obat vonis tak bersalah.

Dijamin tubuh kembali bugar. Pikiran kembali segar. Bicara semakin lebar. Karena terlalu lebar biasanya pembicaraan makin kemana-mana dan tak jelas arahnya.

Lha gimana ndak jelas? Berulangkali dianggap sebagai tersangka korupsi eh kemudian ngasih pidato ke anak buahnya. “Jangan sekali-kali mendekati korupsi”

Nah itu gimana coba? Ironi sekaligus seni bukan? Kok seni? Ya itu namanya kan seni ngelantur.

Sudah begitu dia begitu lihai dalam mengolah kata dan tindakan. Ia merasa tersakiti atas foto dan meme yang menurutnya adalah sebuah penghinaan. Maka kemudian ia melaporkan para pembuat meme supaya tau rasanya bagaimana menghadapi pengadilan. Tau kesalahan pembuat meme? Apalagi kalo bukan terkena pasal pencemaran nama baik.

Ya, itu adalah pasal karet. Kalo kamu merasa dihina, dicaci, apalagi difitnah maka gunakan pasal tersebut. Niscaya kamu akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Tapi ingat, pasal tersebut hanya berlaku kepada para pejabat. Lha kamu siapa? Rakyat jelata kan?

Rakyat jelata kok mau main-main dengan pejabat. Apalagi berimajinasi yang aneh-aneh. Ya hasilnya kamu bisa dapet rumah dari pejabat. Enak ya diberi rumah? Ini bukan rumah dengan DP 0%. Ini rumah dalam bentuk prodeo alias rumah tahanan.

Wah rumit ya. Atas nama kebebasan berekspresi, apapun bentuknya boleh dilakukan. Kalo kamu berekspresi dengan menggunakan seni dalam bentuk meme maka para pejabat berekspresi pakai pasal karet. Sama-sama menyenangkan bukan?

Kalo begini caranya lebih baik kita tak usah berekspresi. Lebih baik diam saja. Kembali ke zaman si “penak jamanku toh”. Eh, bukannya sama saja ya? Atau jangan-jangan kita emang sedang digiring kembali ke arah sana? Maybe yes, Maybe no.

Yang jelas mungkin para pembuat meme sedang mengalami kenakalan remaja di era informatika (kayak lagu Efek Rumah Kaca ya). Maunya mengkritik. Eh malah dianggap menghina. Memang beda tipis sih antara mengkritik dan menghina.

” Lebih baik pejabat yang terkena kasus korupsi lengser dari kursinya”. Coba kira-kira kalimat barusan termasuk mengkritik atau menghina. Bagi rakyat jelata ya mengkritik. Kalo bagi pejabat ya menghina. Kok menghina? Kan baru terkena belum terpidana. Jadi masih boleh dong menjabat sebagai pejabat. Kalo kata Cak Lontong, Mikiiir!!!

Saran saya begini. Janganlah membuat meme. Berbahaya. Vonisnya mengerikan. Lebih baik kita buat mural. Kritik berbalut vandalisme. Kalo perlu dibikin di tembok dengan panjang 1000 meter. Sekalian kita mengundang MURI untuk meliput kegiatan para pembuat mural.

mural-korupsi-13-11-2015-6

sumber: aktual.com

Sekarang mana ada mural berjamaah tentang pejabat yang terkena kasus korupsi? Setahu saya di Indonesia belum ada. Mari kita gerakkan kegiatan tersebut. Demi membuat malu mereka. Eh, tapi mereka punya malu ga? Kalo di layar kaca sih nggak. Ga tau kalo di kehidupan nyata. Wong, sudah dibuat jadi terpidana masih bisa tersenyum seperti orang dapat durian runtuh kok.

Kalo perlu mural tersebut tidak hanya di tembok melainkan di lantai. Kita buat saja macam Hall Of Fame mirip Amerika. Tapi karena kita sedang membuat mural pejabat Indonesia yang terkena kasus korupsi maka judulnya Hall Of Shy. Biar tahu kalo Shy itu artinya Malu.

Nah setelah jadi, kita undang mereka, para pejabat. Kan doyan foto toh? Sekalian diberi acara launching Hall Of Shy. Mau swafoto, mau foto berjamaah, mari kita siapkan panggungnya. Toh mereka juga punya massa. Ya siapa lagi kalo bukan para anggota dari para pejabat tersebut. Pasti banyak lah.

Kalo udah selesai kita kasih daftar siapa saja orang-orang yang pantas kasi sambutan. Yang terakhir adalah orang yang paling sering kena kasus korupsi. Tau kan siapa dia? Jangan lupa si orang terakhir wajib memberikan pertanyaan kepada khalayak. Dan jangan lupa pula yang benar menjawabnya akan memberi hadiah.

Bingung? Jadi kalo biasanya yang memberi pertanyaan,  ia yang memberi hadiah nah kalo sekarang hadiah jaman now tak seperti itu. Dia yang memberi pertanyaan, kita yang kasih hadiahnya. Lalu apa hadiahnya? Sepeda? Bukan itu sudah menjadi hak presiden.

Yang lain saja ya hadiahnya. Apa itu? Tiket menuju hotel prodeo. Gratis tanpa diundi.

Pro dan Kontra Perppu Ormas

Belum surut pemberitaan media tentang KPK vs DPR yang membahas apakah pansus hak angket KPK layak dilaksanakan, kini masyarakat tertuju pada pembicaraan yang lebih besar. Terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membubarkan ormas anti-Pancasila No 2/2017.

Jika melihat lebih ke dalam apa isi dari perppu tersebut maka yang dimaksud adalah membubarkan ormas yang tak berhaluan Pancasila tanpa melalui pengadilan. Penerbitan perppu tersebut sepertinya hendak merevisi UU Ormas 17/2013 mengenai pembubaran ormas yang harus melewati putusan pengadilan. 

Ada pro dan kontra yang menyelimuti terbitnya perppu tersebut. Pihak pro menganggap hadirnya perppu tersebut sebagai langkah maju dan tegas dari pemerintah untuk melindungi NKRI dari ancaman dan marabahaya kelompok-kelompok yang ingin memberangus NKRI.

Sedangkan pihak kontra menganggap langkah pemerintah adalah langkah kemunduran dalam menegakkan demokrasi. Memberangus kebebasan berpendapat hingga meniadakan kebebasan berekspresi. Lantas siapa dan apa yang harus dilindungi?

Perlindungan NKRI

Slogan #NKRIhargamati kian lantang didengungkan oleh sekelompok pihak. Bagi mereka, NKRI adalah suatu putusan final. Tak boleh direcoki terlebih diubah. Pendiri-pendiri negara zaman lampau juga meyakini Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan. Bukan Negara Federal. 

Selain itu, Pancasila adalah ideologi negara yang hakiki. Dalam 5 sila tersebut telah termaktub isi yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan hingga Keadilan. Tidak boleh satupun seseorang bahkan kelompok yang menyangkal keberadaan Pancasila apalagi merevisinya. 

Jika mengubah Pancasila, itu sama saja tak menghargai jasa para pendiri bangsa. Tak menghormati jerih payah pemikiran cendekiawan. Tak menghayati dan meresapi nilai-nilai Pancasila dengan sepenuhnya dan sebaik-baiknya. 

Beberapa ormas menilai Pancasila bisa diperdebatkan. Hal ini melihat berbagai kenyataan bahwa keadilan makin sulit ditegakkan, kemanusiaan makin susah untuk ditemukan, hingga nilai permusyawaratan telah berubah menjadi nilai otoritarian. Ada berbagai tawaran dari ormas-ormas tersebut untuk meninjau kembali apakah Pancasila masih layak bagi bangsa Indonesia.

Masalahnya adalah beberapa ormas tersebut terkadang menerapkan standar ganda bahkan semu. Di satu sisi menolak keberadaan Pancasila yang didalamnya terdapat nilai demokrasi. Namun disisi lain menikmati nilai demokrasi untuk mendengungkan hak kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi. 

Inilah yang menjadi permasalahan. Sebebas-bebasnya manusia atau kelompok tetap harus memiliki batasan kebebasan. Tidak bisa seenaknya untuk menikmati kebebasan sepenuhnya. Tidak bisa melegitimasi untuk mentautkan kebebasan yang hakiki. Kebebasan memiliki batasan. 

Pemerintah Indonesia punya hak dan kewajiban untuk melindungi negaranya. Pemerintah tahu mana peraturan yang harus segera dilaksanakan dan mana peraturan yang harus dipertimbangkan. Pemerintah menilai saat ini waktu yang tepat untuk menerbitkan perppu tersebut. Terbitnya perppu tersebut melihat banyaknya ormas-ormas yang menyalahgunakan wewenang kebebasan berekspresi sekaligus kebebasan berpendapat. 

Beberapa ormas ada yang dinilai merusak keberagaman, mengingkari nilai toleran, hingga menyalahgunakan kebebasan. Namun yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia adalah jangan setengah jalan untuk memberangus ormas anti-Pancasila. 

Jangan-jangan terbitnya perppu tersebut hanyalah alat politik karena ketidaksukaan pemerintah terhadap ormas tertentu. Jangan menggunakan asas tebang pilih. Apalagi menggunakan asas suka tidak suka. Seharusnya dipukul rata kesemua ormas yang benar-benar ingin merusak nilai-nilai Pancasila. Tidak hanya ormas itu.

Harapan pada Pemerintah Indonesia

Akan tetapi, ada yang perlu diperhatikan lebih dalam lagi tentang perppu tersebut. Pemberangusan ormas tidak berarti menghentikan pemikiran orang-orang didalamnya. Pembubaran ormas tidak berarti meniadakan visi dan misi orang-orang yang terlibat.

Masih ada pekerjaan yang lebih besar untuk pemerintah daripada sekadar menerbitkan perppu. Menyemai keberagaman dan menjaga persatuan adalah hal yang cukup penting untuk dilakukan pemerintah Indonesia.

Selain itu, membenahi perekonomian Indonesia yang semakin terpengaruh budaya impor adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dalam sikap pemerintah. Pengucilan terhadap produk lokal jauh lebih berbahaya daripada hanya sekadar menertibkan ormas intoleran. Pembiaran orang-orang yang terlibat dalam korupsi jauh lebih mengerikan daripada hanya sekadar menerbitkan perppu. 

Indonesia dilihat banyak negara sebagai negara yang mampu menjaga keberagaman, menghayati perbedaan, hingga mempererat persatuan. Bahkan di beberapa negara Afrika seperti Tunisia, Indonesia adalah model negara yang pantas untuk ditiru baik dalam keragaman kepercayaan maupun nilai-nilai demokrasi. 

Penerbitan perppu mungkin adalah salah satu cara untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila. Namun, bisa jadi penerbitan perppu adalah bukti pemerintah ketakutan terhadap kelompok minoritas tertentu. Kontrol yang kebablasan bisa jadi meruntuhkan nilai demokrasi sehingga memunculkan nilai otoritarian.

Namun, menjadikan manusia Indonesia yang lebih bermartabat adalah kunci untuk menjadikan manusia Indonesia yang berdikari sekaligus berdaulat. Karena pada dasarnya pemerintah Indonesia mengembangkan revolusi mental supaya masyarakat Indonesia tidak terpental dari nilai-nilai Pancasila.

Selamat Ulang Tahun, Amerika Serikat

Di hari Selasa yang nan berbahagia, salah satu negara yang dirahmati Tuhan Yang Maha Esa berulang tahun. Siapa dia? Tak lain dan Tak bukan ialah Amerika Serikat. Hari ini, 4 Juli 2017, Amerika Serikat merayakan ulang tahunnya yang ke 241 tahun. 

Ada banyak harapan dan tantangan pada usianya yang sungguh-sungguh sangat sepuh (S4). Kami dari segenap warga Indonesia yang sangat memuja Amerika Serikat memiliki ekspektasi tinggi pada Amerika Serikat. Semoga kami tak salah memilih Amerika Serikat sebagai pujaan. Dan semoga kami selalu menjunjung tinggi keberadaan Amerika Serikat. Negara Adidaya. Negara yang akan selaku menciptakan dan mengelola kekerasan bin perdamaian dunia.

1. Harapan pada Donald Trump

Saya menuliskan harapan kepada kamyu bukanlah main-main. Saya tahu tak banyak yang berani menuliskan surat seperti ini ke kamyu. Terlebih kamyu adalah presiden tersohor sekaligus terkaya di seantero langit bumi dan Namec. 

Saya adalah bagian dari penggemarmu. Sama halnya seperti bapak Dewan yang katanya terhormat, Bapak Fadli Zon dan bapak Dewan Direksi yang katanya televisi perjuangan umat, Harry Tanoe. Saya berterima kasih kepada Bapak telah menciptakan terobosan-terobosam yang luar biasa. Bapak tak hanya janji saat berkampanye. Tapi benar-benar melaksanakan janji tersebut saat terpilih jadi presiden. 

Bapak berjanji ingin membuat demarkasi terhadap umat muslim. Eh, la kok begitu terpilih bapak langsung membuat larangan berpergian kepada tujuh negara muslim untuk pergi ke Amerika Serikat. Bapak berjanji menolak untuk meratifikasi perubahan iklim. Eh, la kok bener ya, bapak benar-benar membuktikannya saat memboikot perjanjian tersebut dan ngacir ke Amriki Syerikat. 

Itu baru dua janji dari sekian janji yang telah bapak penuhi. Masih ada banyak janji seperti membangun tembok besar “Great Wall” dengan negara-negara Amerika Latin. Kalo itu dipenuhi juga, wah sepertinya Bapak Presiden kita yang terhormat harus mengikuti jejak anda. Dulu berjanji mau menuntaskan kasus HAM, kok ya nyatanya ndak bisa-bisa sampai sekarang. Sibuk mengurus infrastruktur Indonesia. Mungkin. 

Saya berharap, presiden Indonesia benar-benar meniru apa yang dicapai Presiden Amerika Serikat, Mas Donald Trump. Minimal pelaksanaan janjinya. Bukan tingkah laku apalagi tindakannya. 

2. Harapan untuk produk pendukung LGBT

Saya tahu belakangan kasus produk pendukung LGBT marak dikecam di Indonesia. Salah satunya Starbucks. Ini mengherankan. Di Amerika Serikat soal beginian tidak dilarang. Namun malah bertambah subur. Seharusnya Indonesia kan ya mengikuti toh tingkah laku Amerika Serikat.

Ingat, selain Arab Saudi, Amerika Serikat adalah pujaan sebagian masyarakat Indonesia. Wong, kita masih banyak yang pakai produk Unilever dan Apple. Situ tau kan dua produk tersebut produk pendukung LGBT? Kalo belum tahu, ini barusan saya kasih tahu.

Saya harap kalo kita mau membenci dan menghina ya pakai riset dulu. Jangan asal. Jangan juga pakai standar ganda. Situ ga mau minum kopi Starbucks tapi tentengan kuliah kemana-mana pakai Apple. Dan kamu tau kan salah satu universitas terbaik di Indonesia menggunakan piranti Apple untuk perpustakaannya. Jangan bilang ndak tahu nanti kamu dimarahin para pemuja jaket kuning. 

Saya hanya bisa berharap, tolong Amerika Serikat benar-benar membekengi produk pendukung LGBT di Indonesia. Ingat, kami adalah kawan, sahabat, sekaligus kerabat dekat kamu ya. Jangan dilupakan. Apalagi sekarang presiden Amerika Serikat dan Presiden Indonesia adalah produk serupa tapi tak sama. Selalu menggunakan dasi berwarna merah tapi anti pada baju warna merah (baca:komunis).

3. Harapan untuk Timur Tengah

Saya tahu mungkin harapan yang terakhir adalah harapan yang kabur sekaligus semu. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba menuliskan. 

Jadi begini, sebagian masyarakat Indonesia adalah pemuja Amerika Serikat sekaligus Arab Saudi. Dan AS benar-benar tahu mengambil hati rakyt kami. Agar tidak kelimpungan mendukung, maka kamyu Amerika Serikat dan Arab Saudi (kok ya inisialnya sama-sama AS!!) melakukan perjanjian anti radikalisme di Riyadh, Arab Saudi. 

Saya yakin kok kamu dan Arab Saudi tak mungkin melakukan tindakan radikalisme. Kalo ada yang bilang AS adalah penyebar terorisme, wah itu pelecehan kebebasan internasional. Kalo ada yang bilang AS adalah mesin propaganda ISIS wah ini pelecehan kekerasan internasional. Kalo pun ada yang bilang AS adalah pencipta perdamaian Internasional, nah ini baru bener. Patut dipuji dan diberi bantuan banyak kayak sekutu-sekutu kamu. 

Saya tahu mungkin banyak dari masyarakat kami yang nyinyir terhadap AS. Tapi, kadang kami lupa kalo kami rindu terhadap perlakuan AS di Timur Tengah. Berkatmu, terjadi Arab Spring hingga akhirnya menurunkan penguasa yang katanya diktaktor. Berkatmu, akan ada penyelesaian konflik Israel-Palestina dengan cara pemindahan ibu kota Israel dari tel Aviv ke Jerusalem. Duh, banyak banget pencapaianmu kepada Timur Tengah. 

Tolong dilanjutken.

4. Harapan untuk beasiswa Amerika Serikat.

Eh, ternyata masih ada harapan terakhir. Ini sangat krusial dan sangat penting. Kami tahu 8 dari 10 universitas terbaik dunia ada di Amerika Serikat. Tapi, kami sadar. Kami tak mampu kesana tanpa bantuanmu, Amerika Serikat. 

Maka dari itu beasiswa-beasiswa yang kamu gelontorkan akan sangat berguna. Mulai dari Aminef, US Aid, hingga Ford Foundation. Tolong beasiswa ini sangat berguna bagi kami. Kamu tahu AS? Sudah banyak masyarakat kami yang terbantukan atas beasiswa tersebut. Sudah banyak pula LSM yang terbantukan dari perusahaan tersebut. Jadi tolong jangan pernah berhenti membantu kami.

Terlebih kami adalah negara berkembang. Ajari kami jadi negara maju. Mungkin dengan bantuan secara kontinyu, bangsa kami menjadi maju. Siapa tahu lo ya. Kan kita cuma bisa berencana. Cuma Amerika Serikat yang bisa menentukan. 

Sekali lagi pekikkan, Hail America!!! (Tolong jangan dengarkan lagu Greenday-American Idiot) nanti kamu kena ujaran kebencian. Ya kan, Mas Donald Trump

Setelah Emmanuel Macron Menang Telak

Setelah melalui pergulatan panjang sejak 24 April hingga 8 Mei 2017, akhirnya pada putaran kedua pemilu, Prancis mendapatkan pemimpin baru. Ia adalah Emmanuel Macron, penggerak partai En Marche! (Bergerak!).

Macron memenangkan perolehan suara dengan hasil cukup telak dari Marine Le Pen, kandidat dari Front National. Macron mendapatkan suara sebanyak 65,1 %, sedangkan Le Pen mendapatkan suara 34,9%. Hasil ini tidaklah mengejutkan jika melihat pada jajak pendapat sebelumnya bahwa Macron diprediksi menang dengan suara lebih dari 60%.

Kemenangan Macron diklaim banyak pihak berhasil membuktikan praduga sebelumnya bahwa Prancis memang membutuhkan pemimpin yang membangun nilai-nilai Republik. Dengan slogan liberte, egalite, fraternite (kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan), Macron dianggap sebagian besar masyarakat Prancis mampu mengejawantahkan nilai-nilai sebenarnya dari Prancis.

Jika dilihat lebih jauh, sejatinya kemenangan Prancis bisa dicermati pada beberapa faktor. Pertama, faktor kebersamaan masyarakat Prancis dan dunia internasional untuk menolak Le Pen sebagai pemimpin Prancis. Usai kemenangan Macron pada putaran pertama yang berlangsung pada 24 April, tim kampanyenya bergerak untuk mencari dan mencoba mendulang suara dari kandidat yang tersisih. Ada tiga kandidat yang tersisih: Francois Fillon, Benoit Hamon, dan Nicolas Dupont Aignan.

Fillon dan Hamon berkomitmen tidak akan memberikan suara kepada Le Pen. Namun berbeda dengan Aignan yang melakukan tindakan sebaliknya. Tampaknya Macron berhasil mengendalikan situasi, kondisi serta pesonanya untuk mendulang suara dengan bantuan dari pendukung Fillon dan Hamon hingga memperoleh kemenangan mutlak.

Masyarakat Prancis lebih jeli dalam melihat situasi pemilu kali ini jika dibandingkan pada tahun 2002. Mereka tidak ingin terjebak pada situasi yang telah dialami Inggris dan Amerika Serikat. Macron berusaha menjelaskan pengaruhnya bahwa tidak ada jalan bagi orang-orang rasis dan radikal untuk menguasai Prancis. Secara tidak langsung, Macron menunjuk kepada kedua pemimpin dunia, yaitu Theresa May dan Donald Trump.

Kedua, munculnya pemimpin muda dunia. Pasca Swedia dan Kanada, kini Macron menjadi bagian dari ketiga pemimpin muda dunia. Dilihat pada sejarah Prancis pun, mantan Menteri Urusan Keuangan, Digital, Media era Hollande dinobatkan menjadi presiden termuda Prancis. Saat pemilihan telah selesai dilakukan, Macron menjadi presiden dengan usia 39 tahun.

Efek domino yang ditimbulkan dari ketiga negara tersebut tampaknya berhasil menginspirasi masyarakat Prancis untuk melakukan tindakan serupa. Kejenuhan dengan calon pemimpin tua, kebaruan pada pemimpin muda, semangat serta gairah pemimpin yang menyala membuat Macron dapat terpilih menjadi pemimpin Prancis. Hal tersebut seakan menjadi penanda bahwa partai-partai baru semacam En Marche! bisa juga menjadi pionir bagi kemunculan partai baru di belahan dunia lainnya.

Janji-janji Macron
Janji-janji yang telah diucapkan Macron sebenarnya bukan ide baru dan segar bagi masyarakat Prancis. Peningkatan pasar bebas, reformasi bisnis, hingga mengatasi masalah sosial adalah janji-janji yang juga diucapkan oleh rival-rivalnya. Namun keuntungan Macron adalah janji bahwa dirinya akan mereformasi UU Buruh. Undang-undang tersebut diklaim yang menjadi biang kerok bagi menurunnya tingkat perekonomian Prancis.

Hal ini diperparah pula dengan meningkatnya pengangguran di Prancis menjadi 10%. Pada akhirnya menyebabkan naiknya angka kriminalitas, utamanya di kota-kota pinggiran.
Selain itu, banyak pengusaha yang ikut mendukung Macron karena ia menjanjikan penurunan pajak bagi pengusaha. Ini menjadi anomali karena sebelumnya Macron adalah anggota partai sosialis yang tergabung dalam pemerintahan Hollande.

Saat Hollande memimpin, pajak pengusaha cukup tinggi sehingga pengusaha agak kesulitan mengembangkan usahanya. Hal inilah yang menjaddi titik poin mengapa ia keluar dari partai sosialis kemudian mendirikan En Marche!

Ketiga, kemampuan bahasa Prancis bagi pelamar suaka. Ini bukan hal baru. Sejak era Sarkozy telah ada kebijakan serupa yang dinamakan dengan French Immigration and Integration Law. Tampaknya Macron mengantisipasi dan memperkuat argumen yang pernah dikeluarkan oleh Le Pen tentang gelombang imigran. Masalah imigran adalah masalah bersama bagi masyarakat Prancis.

Jika Le Pen dan Fillon dengan jelas menolak dan menganggap kaum imigran adalah biang kerok dari kriminalitas dan meningkatnya kaum ekstrimis di Prancis, Macron melakukan hal serupa namun agak lebih ‘soft’.

Terakhir adalah kebijakan pemerintah tentang Uni Eropa. Selama kampanye berlangsung, Macron mendengungkan bahwa Prancis adalah bagian dari Uni Eropa dan selamanya akan tetap mendukung Uni Eropa. Janji tersebut yang menarik perhatian bagi pemimpin dunia macam Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Komisi Uni Eropa Jean Claude Junker untuk selalu mendukung Macron.

Respons terhadap janji tersebut diungkapkan ketika Macron secara resmi terpilih menjadi pemimpin baru Prancis. Angela Merkel mengatakan bahwa ini kemenangan bagi Eropa yang kuat dan bersatu. Sedangkan Jean Claude Junker mengungkapkan bahwa pemilih Perancis telah memilih masa depan Eropa.

Meskipun Macron secara resmi terpilih sebagai presiden Prancis, masih ada jalan terjal yang menanti. Di antaranya adalah memastikan dukungan mayoritas di Parlemen pada pemilu legislatif Juni mendatang. Bukan tidak mungkkin, Le Pen dan Melechon akan berusaha mengimbangi pergerakan Macron dengan meraih suara mayoritas di Parlemen. Dengan begitu, ada perimbangan baik di kekuasaan eksekutif dan legislatif.

Selain itu, apakah benar janji yang diucapkan tentang masalah pengangguran, kriminalitas, hingga ekstrimis mampu diselesaikan dalam lima tahun mendatang? Janji-janji itulah yang akan terus ditagih oleh masyarakat Prancis. Berkaca dari pemilu Amerika Serikat, sebaiknya Macron belajar dari Trump untuk mengimplementasikan janji kampanye dengan baik.

Meski janji Trump dilihat oleh dunia internasional menimbulkan perpecahan konflik, setidaknya Trump berhasil membuktikan janjinya. Hal inilah yang akan dibutuhkan oleh Macron jika dirinya tidak ingin bernasib buruk seperti yang telah dialami pendahulunya, Francois Hollande.

Tulisan ini dimuat di geotimes tanggal 15 Mei 2017

Korea Utara dalam Pusaran Konflik

Sekali lagi dunia internasional terhenyak. Fenomena ISIS di Timur Tengah yang tak kunjung usai kini bergeser ke daerah Asia Pasifik. Sekitar awal Maret 2017 hingga kini, Semenanjung Korea berada di titik kulminasi konflik. Akankah terjadi perang dunia III?

Memanasnya konflik di Semenanjung Korea ditengarai oleh uji coba peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara sejak awal Maret 2017. Alasan mendasar Korut melakukannya adalah ingin menunjukkan kekuatan kepada dunia internasional dan menjaga kedaulatan serta menjaga keamanan wilayahnya. Namun, jika dilihat lebih lanjut, alasan Korut yang lain adalah masifnya kekuatan Amerika Serikat dalam membombardir Timur Tengah. Salah satunya dengan mengeluarkan ibu dari segala bom yang dijatuhkan di Afghanistan beberapa waktu yang lalu.

Aksi yang dilakukan Korut menuai reaksi dan ancaman keras dari dunia internasional. Diantaranya Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang. Ketiga negara tersebut bahkan mengancam jika Korut terus melakukan ujicoba nuklir maka peristiwa Libya dan Ukraina dapat terulang kembali. Perlu anda ketahui kasus di Libya dan Ukraina terjadi karena kedua negara tersebut mempunyai nuklir dan kepemilikannya melanggar aturan PBB.

Namun, tampaknya ancaman tersebut hanya dianggap oleh omong kosong belaka. Ujicoba nuklir terus dilakukan sampai berjumlah 6 kali hingga saat ini. Pada Selasa (25/4) bertepatan dengan ulang tahun angkatan bersenjatanya, Korut telah menembakkan artileri secara masif di wilayah Wonsan. Hal ini diluar dugaan karena banyak pengamat yang memperkirakan Korut akan meluncurkan rudal pada hari tersebut. Namun, tetap saja ancaman nyata akan terpampang karena Korea Utara memiliki kemampuan untuk memproduksi dan meluncurkan nuklir.

Konflik Korut dan Korsel

Konflik yang terjadi antara Korut dan Korsel sejatinya sudah berlangsung sejak lama. Ingatan tentang konflik tersebut mengarah pada Perang yang Terlupakan (Forgotten War) pada 25 Juni 1950-27 Juli 1953. Konflik tersebut dianggap salah satu yang terbesar di Asia karena hampir merenggut nyawa 2,5 juta jiwa.

Mulanya, konflik tersebut ditengarai invasi Korut ke wilayah Korsel. Kedua negara tersebut didukung oleh negara-negara besar yang saling bertolak belakang. Korut didukung oleh China dan Rusia sedangkan Korsel didukung oleh Amerika Serikat dan 21 negara besar lainnya. Alhasil, terjadilah perang yang pada akhirnya benar-benar memisahkan wilayah antara Korea Utara dengan Korea Selatan.

Pasca perang tersebut, Korut diisolasi oleh pihak Barat sedangkan Korsel dilindungi oleh Amerika Serikat sehingga mampu menikmati gemerlap sistem perdagangan internasional. Korut pun menjadi negara komunis yang dipimpin oleh diktaktor yang kaku yaitu Kim Il Sung. Inilah perbedaan yang menjadikan Korut ditangan pihak komunis sedangkan Korsel ditangan pihak kapitalis. 

Pada tahun 2000an, konflik yang ada sempat menjadi cair karena adanya pertemuan tingkat tinggi. Pada pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang dinamakan dengan Sunshine Policy. Maksud dari kebijakan tersebut adalah adanya pemberian bantuan kemanusiaan dan bantuan ekonomi dari Korsel untuk Korut (Levin dan Yong-Sup Han, 2002). Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan menurunkan intensitas konflik dan dibukanya kembali hubungan harmonis antara kedua negara.

Selain itu, sempat pula terjadi pertemuan enam pihak yang biasa sering disebut Six Party Talks yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, Jepang, China, Korea Utara, dan Korea Selatan untuk bersepakat mengakhiri konflik. Bahkan keenam negara tersebut optimis akan terjadi simbiosis mutualisme dengan berhentinya produksi nuklir dan mengembalikan perdamaian dunia (Martin, 2008).

Namun, pada tahun 2008 Presiden Korsel yaitu Lee Myung Bak mengambil langkah keras terhadap Korut terkait nuklir. Korsel menganggap nuklir yang diproduksi oleh Korut sengaja dipersiapkan demi memperluas ancaman ke tetangga sekitar. Korut pun berusaha membantah namun dunia internasional bereaksi terlalu cepat sehingga menghakimi bahwa Korut dianggap melakukan provokasi tidak hanya ke Korsel melainkan dunia internasional. 

Nuklir Korea Utara

Ujicoba nuklir yang dilakukan oleh Korut sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang baru. Sudah dari sejak zaman Kim Il Sung, Korut menegaskan ingin mengembangkan nuklir. Hal ini diperkuat dengan adanya kebijakan yang dicanangkan oleh presiden baru mereka yaitu Kim Jong Un. Ia mencanangkan two-track policy (the byujing line) yaitu melakukan perkembangan ekonomi dan menegaskan perkembangan senjata nuklir (Chanlett-Avery, dkk, 2016).

Jadi, memang tidak aneh jika Korut selalu mengembangkan produksi senjata nuklir. Namun yang menjadi problematika adalah apakah nuklir yang diproduksi oleh Korut hanya untuk menjada kedaulatan wilayah atau justru menjadi senjata pemusnah massal seperti di Iran, Libya dan Ukraina? Dalam laporan yang dirilis oleh the Institute for Foreign Policy Analysis (IFPA) mengenai Denuclearizing North Korea pada September 2011 sejatinya ada 3 hal yang menjadi titik permasalahan nuklir Korut.

Pertama, Korut mengembangkan dan meningkatkan senjata nuklir dan missil berpotensi menjadikan senjata pembunuh massal. Kedua, pergantian estafet kepemimpinan dari Kim Jong Il ke Kim Jong Un menuai reaksi negatif. Kim Jong Un dipandang lebih sering mengeluarkan kebijakan agresif dan tak terduga seperti penyerangan Korut ke Pulau Cheonan dan Yeonpyeong pada tahun 2010. Ketiga, kondisi Semenanjung Korea yang tak stabil dan tekanan politik dari masyarakat ke pemerintah membuat pemerintah Korut cenderung melakukan agresi dan tindakan ofensif. 

Laporan tersebut seakan menegaskan rangkaian peristiwa yang terjadi pada medio Maret-April ini. Masifnya rudal, nuklir, hingga yang terbaru artileri Korut membuktikan bahwa laporan tersebut benar adanya. Namun, dalih Korut adalah masuknya kapal induk USS Carl Vinson dari AL Amerika Serikat ditengarai menambah makin panasnya krisis Semenanjung Korea. Ditambah pula kapal USS Michigan yang telah tiba di Busan untuk berjaga-jaga siaga menghadapai perang. 

Amerika Serikat tidak henti-hentinya menyebutkan slogan bahwa demi menjaga perdamaian dunia, maka Amerika Serikat harus bertindak lebih jauh. Apakah benar Amerika Serikat benar-benar menjaga perdamaian dunia? Atau jangan-jangan Amerika Serikat sengaja turun dan hadir agar dapat mengelola konflik di Semenanjung Korea? Namun telah menjadi rahasia umum, selama negara belahan dunia manapun tidak tunduk pada Amerika Serikat maka Amerika Serikat akan berusaha dengan segala cara masuk ke wilayah tersebut. 

Sekali lagi, demi kestabilan dunia yang lebih baik maka Amerika ‘wajib’ menjaganya. Tidak hanya di Timur Tengah melainkan juga di Semenanjung Korea utamanya Korea Utara.

Referensi

Chanlett-Avery, Emma, dkk, 2016, North Korea: U.S. Relations, Nuclear Diplomacy, and Internal Situation, Congressional Research Service

Konishi, Weston S., 2011, Denulearizing North Korea: Exploring Multilateral Approaches to Risk Reduction and Peace Regime Buliding, The Institute for Foreign Policy Analysis. 

Levin, Norman D. dan Yong-Sup Han, 2002, Sunshine in Korea: The South Korean Debate over Policies Toward North Korea, RAND: Center for Asia Pasific Policy.

Martin, Matthew, 2008, The Six-Party Talks and New Opportunities to Strengthen Regional Nonproliferation and Disarmament Effort, The Institute for Foreign Policy Analysis.

Tulisan ini dimuat di edunews.id tanggal 8 mei 2017

Larangan dalam aksi 313

gudang-mobile.blogspot.co.id

Jumat adalah tanggal baik. Bagi sebagian masyarakat Indonesia percaya bahwa Jumat adalah hari paling baik. Apalagi hari Jumat tanggalnya juga ciamik nan menggelitik. 313. Tentunya banyak yang berharap semoga hari Jumat benar-benar memberi kebaikan untuk semua.

Di lini masa sudah beredar bahwa akan ada aksi 313. Banyak yang bilang aksi 313 adalah kelanjutan dari aksi 411, 112, dan 212. Menarik memang. Secara kebetulan beberapa saat yang lalu aksi juga terjadi di hari Jumat. Dan kini kembali aksi serupa akan berulang pada hari Jumat.

Kalo begitu, akankan lebih baik menerbitkan surat edaran atau bahkan surat keputusan jika hari jumat diperingati sebagai hari aksi? Ah itu biarkan saja urusan pemerintah. Toh kita pun hanya bisa menekan pemerintah melalui situs change.org

Daripada mengutak-atik antara angka dan hari, saya akan memberi tips kepada kalian. Apa itu? Ya. Tips bagi kalian yang akan mengikuti aksi 313.

Kali ini, saya akan memberi tips, hal-hal apa saja yang tak boleh dilakukan saat aksi 313. Mari kita simak dan jelenterehkan.

1. Jangan lewat

Ini penting bagi kaleyan semua. Jangan sekali-kali melewati jalan-jalan utama yang dilalui massa aksi. Jelas, disana akan bergerombol massa aksi yang diperkirakan lebih dari 7 juta manusia. Itu belum termasuk tumbuhan macam pepohonan dan hewan semut atau kucing.

Bayangkan jika mereka berkumpul di satu atau beberapa titik. Berapakah jumlah makhluk hidup yang hadir dalam aksi 313? Tentu akan menjadi sangat muacet dan padat.

Pagi hari saja, Jakarta sudah membawa kemacetan tanpa ada aksi massa. Lha ini. Sudah aksi massa ditambah lagi hari Jumat. Hari terpendek bagi umat manusia yang bekerja kantoran di seantero Indonesia terlebih Jakarta. Jelas pengguna jalan tambah kemrungsung dan lebih mengerikan.

Saran saya, anda jangan melewati jalan darat. Lebih baik lewat jalan udara. Masak situ kalah sama anak mantan menteri yang hampir telat datang sekolah kemudian naik helikopter? Ditirulah.

Minimal jika ga bisa beli atau nyewa helikopter. Kamu bisa naik forklift trus loncat kesana kemari. Mumpung Jakarta lagi bangun MRT.

2. Bawa senjata 

Wa ini jangan macam-macam. Lebih baik anda membawa sari roti yang cukup mengenyangkan perut. Atau bawa air mineral 240 ml.

Jangan sekali-kali bawa senjata. Apapun bentuknya. Baik senjata tumpul maupun senjata tajam. Baik yang lonjong maupun yang bergerigi. Baik yang padat maupun yang pipih. Jangan sekali-kali dibawa.

Lha situ sudah siap berhadapan dengan satpol PP? Polisi? Atau tentara. Ingat yang boleh membawa senjata ya cuman pihak yang berwenang. Lha kaleyan siapa? Massa aksi saja bung. Belum tentu juga dapat izin dari mereka. 

Terlebih lho ya, kaleyan membawa senjata macam palu dan arit. Lha kaleyan mau bikin rumah? Kok pake palu? Atau kaleyan mau tanam padi dan jagung? Kaleyan lupa ini di jalan! Bukan di ladang!

Apalagi jika kaleyan ternyata bawa kedua alat tersebut kemudian ditaruh di jalan. Lantas disilangkan. Waduh, sudah aksi terancam tak dikasi izin, eh malah berujung ke hotel prodeo. 

Lho kok bisa? Tanya saja pada janggut yang bergoyang.

3. Menggunakan jersey

Nah ini harus diperhatikan dengan benar dan seksama. Jangan sekali-kali mengikuti anjuran tersebut. Sudah jelas bukan bahwa yang dipakai adalah gamis, baju koko, atau pokoknya pakaian yang berwarna putih.

Jadi jangan pernah memakai jersey Arema, Persija, Persebaya, atau Persib. Sudah jelas mereka berwarna biru, oranye dan hijau. Apalagi kan itu jersey sepakbola. Bukan pakaian aksi. 

Tapi nanti anda bisa berkilah bukan? Bukankah orang Indonesia memang tercipta untuk berkilah dan bersilat lidah? Pasti ada saja nanti orang yang memakai jersey putih.

Kalo anda memang ngotot begitu dan keras kepala tak berujung, ya sudah. Tak apa-apa. Saya beri toleran. Tapi tolong sekali saja jangan mengabaikan pesan saya yang satu ini. Serius. Tolong disimak.

Jangan sekali-kali pakai corak yang kotak-kotak. Kenapa? Ya karena bumi itu bulat. Kalo kotak ya harus penjara. Ya kan?

4. Jangan chat dengan selingkuhan

Kalo saran yang ini juga cukup penting. Masa pemimpin atau masa aksi sedang mengobarkan semangat api perjuangan. Melontarkan kata dan kalimat. Bahkan sampai menata kata-kata. Eh kaleyan lagi main gawai.

Ya dikira nanti kaleyan adalah penyusup. Semua orang sibuk mengepalkan dan mengacungkan tangan kiri, eh, kanan sambil berteriak. Weh, malah kaleyan sedang asyik mojok sambil pegang gawai.

Iya sih, kaleyan mungkin bisa berkilah kalo sedang mengirimkan pesan berantai agar khalayak semakin ramai mengikuti aksi. Atau mungkin sedang menata kata dan memberi untaian kata supaya terlibat aksi. Tak apa-apa.

Tapi tolong sekali lagi, kalo memang kaleyan melakukan hal demikian maka cukup sampai disitu saja. Jangan lebih. Memang beberapa orang terlahir memiliki kelebihan bahkan diantaranya berlebihan.

Berlebihan yang bagaimana? Jangan sekali-kali saat aksi sibuk chat dengan selingkuhan. Kelewat batas bung. Ini namanya demokrasi kebablasan.

5. Berciuman

Apa perlu dijelaskan tentang tips terakhir? Ya mikir dong. Ini aksi jilid sekian bukan aksi perayaan LGBT! 

Pokoknya jangan sampe melakukan kejadian bodoh. Melakukan di dunia maya saja sudah bisa menjadi viral hanya dalam beberapa menit saja. Palagi kaleyan melakukan di dunia nyata. Waduh dalam sepersekian detik maka besok wajah kaleyan akan terpampang di media massa. Sudah dihujat, dihina ditambah lagi yang sekarang lagi ngetren. Dibuat meme.

Nanti bisa dibuat begini. “Di saat kami lagi aksi jilid sekian, kaleyan malah asyik berciuman”. Duh. 

Ya sudah. Itu adalah tips yang tidak boleh dilakukan saat kaleyan ikut aksi 313. Ingat! Tidak boleh dilakukan. Ini bukan makruh. Tapi haram!

Boleh kan bilang haram? Masak dari kemarin kafir melulu.