Month: January 2016

Kisah Sekumpulan Jagoan Hollywood

Kemarin hari Minggu tanggal 24 Januari 2016, saya mengalami salah satu perjalanan paling epik sepanjang hidup saya. Perjalanan yang cukup menguras tenaga, keringat tapi untungnya terselamatkan oleh biaya yang dikeluarkan cukup minim.  Perjalanan ini ditempuh selama 1 hari 2 malam karena berangkatnya Sabtu malam dan kembali ke rumah juga Minggu malam. Saya ditemani oleh Charlie Angels (Dian, Neli, dan Sita) kemudian ditemani empat Ninja Turtles  yaitu (Samid, Wafiq, Abbas, dan Itox) serta Sang Iron Man a.k.a Mr.Nandar dan The Bumblebee. Kisah inspiratif ini akan mengungkap keceriaan, gundah gulana, dan misteri sepanjang perjalanan balik-balik Plat AB dan Plat R. Mari kita simak dan jangan lupa siapkan shofiro ketika anda membaca kisah ini.

Perjalanan nan jauh ini tercetus ketika salah satu group member AKSumayya 48 mengabari akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 24 januari 2016. Kekagetan menghinggapi kami (KBM dan Gazpolian) sebagai pendengar setia Mbak Maya atau biasa dipanggil Cucum akan melangsungkan pernikahan. La gimana ndak kaget, wanita yang selalu mengoceh akan AKB $* dan sepakbola mau kawin, eh nikah. Grup Gazpolian yang paling kaget tentu saja Khair dan Mboss. Coba tanya mereka kenapa mereka sangat kaget dan cukup terhenyak ketika mendengar berita mahapenting tersebut.

Ah, kemudian rencana disusun oleh Wafiq yang berusaha mengajak seluruh awak KBM dan gazpolian untuk menghadiri acara tersebut. Setelah konsolidasi hari demi hari maka hanya 8 orang yang akan menghadiri pernikahan Cucum. Sejatinya, Mboss mau ikut namun blio tidak tega melihat kawan seperjuangan dari S1 kumeniskasi U.Ge.eM kawin, eh menikah. Kami memilih The Bumblebee untuk mengarungi perjalanan dari Yogja ke Purwokerto. Selain karena minimalis dari segi biaya, kami mempercayakan kepada Iron Man untuk mengawal perjalanan kami.

Pukul 11 Malam di hari Sabtu Pahing, kami berkumpul di rumah megah nan mewah milih Wafiq. Setelah berkumpul dan memanjatkan doa di hati masing-masing, kami mengemasi barang-barang yang diantaranya kerupuk rambak milik Itox, colokan hape berjumlah 5 milik Sita, kain ihram milik Wafiq (kalo ndak salah) dan tas para jagoan lainnya. Perjalanan dimulai dari sini. Perjalanan menuju Purewokerto ‘hanya’ terhenti di tiga tempat yaitu Pom Bensin I untuk mengisi bensin, Pom Bensin II untuk mempersilahkan Sang Iron Man bermunajat dan Simpang pertigaan Buntu untuk ngopi dan ngudut sejenak.

Alhamdulillah, kita sampai di penginapan gratis yaitu Masjid Agung Purewokerto dan disambut oleh puluhan fans fanatik Tipe-X yang kebetulan tertidur di depan masjid. Setelah subuhan, melakukan swafoto (selfie) dan mendengarkan ceramah dari Imam besar yang ternyata merupakan sohib karib bapaknya Cucum, kami berusaha melanjutkan perjalanan. Sayangnya ikhtiar kita kurang berhasil. The Bumblebee ngambek kayak embeek. Beruntung, saya mengangkut Ninja Turtles dan Iron Man. Dengan kekuatan tangan dari komplotan Ninja Turtles dan beberapa kali hentakan kaki dari Iron Man maka The Bumblebee kembali menyalak. Alhamdulillah.

Kami segera pindah karena khawatir terkena macet Hari Bebas Mobil. Sasaran utamanya adalah pom bensin di Jalan Ovis (bahasa belandanya Letkol). Acch, melihat waktu baru pukul 6 pagi maka ini waktu yang tepat untuk berleha-leha. Waktu yang tepat pula untuk melahap kerupuk rambak milik Itox. Samid, Wafiq, Sita, dan Neli berburu kudapan mendoan sedangkan saya, Dian, Itox, dan Abbas hanya duduk di dekat ATM BeeNI sambil mengunyah krupuk. Sayangnya, kerupuknya ndak bisa abis. Hati nurani Dian terenyuh ketika melihat sekumpulan bocah PANG yang memerhatikan gemericik bunyi bersahutan dari mulut kami. Dian bersedekah sembari merajut tali kasih dengan salah satu bocah PANG tersebut.

Menunggu selama 4 jam bukanlah hal yang mudah. Ada yang berusaha mandi, tidur, dan ngelantur. Satu per satu jagoan mulai mensucikan diri. Masing-masing jagoan mencoba untuk mempersiapkan dengan baik. Wafiq tampak kurang mujur dengan pilihannya. Celana yang dipakai over slim fit sehingga tidak memungkinkan untuk duduk. Mesakke. Sita mulai merapikan rambut dengan catokannya. Mungkin dia iri dengan tampilan rambut saya. Karena Sunsilk mengubah segalanya. Neli sebagai pakar rias ternama di perum banteng baru berusaha mengutak atik dirinya dan membenahi riasan Sita dan Dian. Samid mempersiapkan parfum Playboy supaya terlihat mirip dengan Hugh Hefner, Itox merapikan rambut dengan Gatsbynya, Abbas mencoba membenahi pakaiannya agar terlihat mirip Ustadz sedangkan saya berpenampilan semaksimal mungkin walaupun hasilnya ya gitu gitu aja.

Pukul 9.15. Perut mulai bersenandung. Sudah saatnya para jagoan beraksi di panggung Grha Widyatama. Sayangnya, aksi mereka tertunda karena the Bumblebee mulai cemberut. Ini artinya para jagoan kembali mengerahkan kekuatannya untuk membangkitkan gairah the Bumblebee. 1x, 2x, 3x, dan akhirnya The Bumblebee ceria kembali. Akhirnya melajulah kami ke Grha Widyatama. Di tempat tersebut, kami disambut oleh polisi dan beberapa oyek-oyek yang berdandan ala Indonesia. Mungkin bentar lagi acara dimulai. The Bumblebee terparkir dengan rapi. Kami bergegas menuju ke panggung pelaminan.

Di luar, hiruk pikuk mulai terasa. Beberapa jagoan sempat berfoto ria. Salah satunya dengan papan bunga dari member AKB 48.  Kami yang mulai masuk sempat bingung karena Charlie Angels dan Ninja Turtles harus berpisah. Ah tak apa-apa. Mungkin maksudnya supaya kehadiran kami tidak terendus oleh oyek-oyek. Saya dan Ninja Turtles duduk rapi dan berharap acara jamuan makan segerah dilaksanakan. Kami mendengarkan seksama khotbah dengan lelap karena Itox mulai menggoyangkan kepalanya dan Abbas tertidur dengan pose memegang HP. Hampir 1 jam lamanya sebelum acara makan dipersilakan. Ketika ija(b)sah telah dilaksanakan maka inilah acara yang ditunggu-tunggu yaitu menggeragas Arabian Food.

Pintu dibuka dengan hentakan yang cukup halus. Oyek-oyek mulai keluar dengan rapi. Di sisi kiri ada sate kambing. Samid mencoba meraihnya. Sayangnya, tangannya tidak cukup besar untuk mengambil 50 tusuk sate. Di depan ada nasi kebuli, dan di sudut kanan ada Kebab. Kami memilih antri di sudut kanan. Saya, Wafiq, dan Dimas mulai mengantri sedangkan Itox dan Abbas berpencar mencari kudapan yang lain macam martabak Mesir. Karena tangan saya yang kurang gesit mengambil bungkusan kebab maka saya ‘terpaksa’ meracik kebab tersebut. Begitu juga dengan Wafiq dan Samid. Mungkin pramusajinya lelah. Atau kesal. Ya bisa jadi sih.

Tiba-tiba di luar panggung, seakan mendapat durian runtuh. Sahabat Bumblebee datang dan memberikan durian yang dihitung kira-kira mencapai 100kg. Fantastis. Semua berpesta dan ‘adil’ mendapatkan jatahnya masing-masing. Begitu pula dengan saya dan Samid yang berusaha antri mendapatkan jatah sembako eh durian. Kami mencoba melahap durian bermacam rasa. Mulai dari manis, legit, asam, bahkan tawar. Ketika kembali ke arena, wow ternyata ludes. Luar biasa cara dan porsi makan mereka. Sungguh sungguh… Ah Sudahlah.

Lain halnya dengan panggung wanita. Sungguh luar biasa makanan yang disajikan dan tentunya wanita-wanita macam Khadijah. Subhanallah. Meskipun harus makan lebih akhir, namun para Charlie Angels berhasil berfoto bersama dengan Cucum aka Carissa Putri. Saya jadi ingin bertanya kepada Cucum, riasan apa yang digunakan sehingga membuat gaya ke-Jepang-annya berubah menjadi arab. Luar binasa.

Setelah menikmati kudapan yang menggugah kolestrol, Itox mulai berbicara tentang mata kuliahnya seperti gender,industri dan budaya, poskolonial dan tetek bengek lainnya. Ah, hal-hal yang membuat muak para jagoan jika harus mendengar istilah tersebut. Kalo menurut saya, jika Fatima Mernissi masih hidup mungkin blio akan menggeleng-gelengkan kepala sembari mengunyah es serut yang disajikan dalam acara tersebut. Oh iya, kudapan tersebut juga sesuai hirarki. Kalo sate kambing hanya untuk sajian lelaki sedangkan salad buah hanya untuk sajian perempuan. Mungkin hanya untuk membedakan mana yang keras dan mana yang lembek.

Kami pun bergegas pulang. Berhenti sejenak di pom bensin untuk sekadar mengganti pakaian dalam eh luar maksudnya. Harapan kita hanya satu. Semoga The Bumblebee tidak ngambek dan cemberut. Alhamdulillah. Lan..carr tapi beberapa saat kemudian sesuatu terjadi.

Ketika melewati daerah Kebo..men, The Bumblebee justru mengamuk dengan menjadi super saiya. Loh kok gitu. Dia mengeluarkan asap seakan tidak mau kalah dengan asap yang beredar di Kalimantan beberapa bulan silam. Sang Iron Man seakan ingin menyerah namun Samid mencoba membantu. Yang lainnya berdoa sajalah semoga dia segera lekas padam amarahnya. Untungnya, ada Hulk yang datang dan mencoba membantu memadamkan amarah. Well, setelah berulangkali negosiasi dengan The Humblebee, akhirnya blio ceria dan gembira kembali.

Meskipun kami masih merasa cemas, namun dengan keyakinan si Iron Man maka kita mantap untuk melanjutkan perjalanan kembali. Eh..la..dalah tak disangka ternyata setelah melewati rel kereta api, kok ya humblebee kembali ngambek. Benar-benar perangainya moody. Hujan yang turun menambah getir perjalanan ini. Perjalanan ini sangat terasa mendebarkan. Kami mencari tempat teduh dan kebetulan salah satu anggota Charlie Angels yaitu Sita sedang lapar. Akhirnya kami mencari tempat pemadam kelaparan. Sementara itu, Iron Man hanya termenung sembari berusaha menelpon 911 untuk meminta bantuan.

Bala bantuan datang, namun ternyata yang ditawari hanya Charlie Angels. Uniknya, bantuan tersebut justru ditolak halus olehnya karena mereka memiliki slogan “pergi dijemput, pulang diantar”. Iron Man berusaha kembali untuk menenangkan The Humblebee sedangkan kita hanya bisa berpasrah kepada Zeus Tuan Semesta Alam. Yak, Humblebee tersenyum kembali. Itu artinya ada harapan untuk kembali ke Plat AB. Iron Man benar-benar pusing karena merasa dibuat bingung oleh Humblebee. Dia sembari berharap semoga Humblebee benar-benar mencitrakan dirinya sesuai namanya.

Perjalanan dimulai kembali. Di jalur utama kami masih terjaga karena takut The Humblebee berubah kembali. Ternyata dugaan kita benar. Asap yang membumbung tinggi seperti kepulan asap Bromo menyeruak ke hidung kami. Kami terpaksa mendarat darurat. Iron Man sedih namun justru Samid bahagia. Ini dikarenakan waktunya mengisi energi dengan Surya 16. Disaat kebingungan melanda, Sebagian dari kami justru melancong ke hamparan sawah seakan tidak terbebani dengan kemarahan The Humblebee. Saya dan Abbas mencoba mengirimkan sinyal bantuan namun tampaknya kesialan melanda kita. Lagi-lagi kita disuruh menunggu hingga amarah The Humbleebee reda.

Menjelang malam, tiba-tiba The Humblebee kembali menyalak. Ternyata selama ini dia mengalami dehidrasi yang cukup akut. Kunci permasalahan sudah terselesaikan. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali. Meskipun sempat terhenti karena Iron Man ingin bersemedi sejenak namun kami sampai di Yogjakarta dengan syelamat.

Nah, ini merupakan perjalanan epik dari Jagoan Hollywood. Semoga ada kisah-kisah menarik yang layak ditunggu di waktu yang akan datang. Vielen Danke.

Berubah

Beberapa waktu yang lalu, saya berkumpul bersama dengan kawan-kawan SMP saya. Perkumpulan yang ingin saya datangi. Wajar, karena sudah hampir 10 tahun saya tidak bertemu dengan kawan-kawan SMP saya. Begitu saya datang, langsung saja pelbagai komentar meluncur dari perkataan kawan-kawan saya. “Wah, kamu bertambah tinggi yaa, padahal dulu pendek banget loo” , “Eh beda banget loo, kamu udah banyak berubah Mod”, “Agak gemukan yaa mod” , “Waah, lama ndak ketemu 10 tahun aja banyak yang berubah yaa, apalagi kalo kita ndak bertemu ¼ abad, hahaha”. Itulah pelbagai tanggapan yang dilontarkan kepada saya. Hal tersebut tidak hanya berlaku terhadap saya, melainkan juga dengan teman-teman saya. Pada intinya, banyak yang berubah !!!

Berubah. Sepulang dari petemuan yang mengharukan sekaligus berlepas tawa, saya terngiang-ngiang dengan kata berubah. Benarkah banyak yang berubah dari saya/ teman-teman saya ? apakah perubahan yang terjadi baik atau buruk bagi kita ? Tindakan apa saja  yang telah dilakukan kita sehingga dapat berubah ? atau factor apa saja yang membuat kita dapat berubah ? Pelbagai macam pertanyaan tersebut (masih) terngiang-ngiang di benak saya. Bahkan mungkin sampai sekarang.

Berubah atau sedikit berubah atau sama sekali tidak berubah tergantung siapa yang melihatnya. Berubah itu bisa menjadi postif atau negatif tergantung lingkungan dimana orang tersebut tinggal dan kebiasaan yang telah dilakukannya selama tinggal di tempat tersebut. Contoh: saya telah tinggal kurang lebih 6 tahun di Malang, maka logat saya pun berubah ke arah jawatimuran. Mengumpat sesuatu jancok, cok menjadi hal yang lumrah. Namun berubah atau nggak berubah tergantung juga keadaan anda mau menerima perubahan yang ada di lingkungan tersebut. Kawan saya yang telah tinggal 10 tahun di  Malang, tetap saja logat asal daerahnya masih kental. Beda dengan saya.

Para ahli menyebutkan bahwa jika anda telah mampu masuk ke perubahan dan meninggalkan perubahan yang dulu maka anda mampu melakukan asimilasi. Namun, jika anda masih mempertahankan keaslian daerah anda maka anda hanya melakukan akulturasi. Mana yang lebih baik ? Akulturasi atau asimilasi ? Sekali lagi, hal tersebut sejatinya tidak perlu dirisaukan, toh yang paling penting anda mampu berubah yang lebih baik. Seperti calon wakil rakyat yang selalu membuat jargon tersebut ketika berharap terpilih menjadi wakil rakyat.

Kata Cak Nun, berubah atau ndak berubah yang paling penting adalah anda mampu bertanggung jawab terhadap perubahan yang terjadi pada diri anda. Ya atau tidak, positif atau negatif maka yang paling penting perubahan anda mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Khairunnas anfa’uhum linnaas (Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain). Oleh karenanya, walaupun anda sama sekali tidak berubah maka apa yang dilakukan anda bermanfaat bagi orang lain. Berubah itu sesuatu yang bisa terjadi sedangkan perubahan itu sesuatu yang pasti terjadi. Semoga hal tersebut juga sejalan dengan apa yang dilakukan pemerintah melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental. Gerakan yang ingin mengajak masyarakat Indonesia berubah ke arah lebih baik dari segi mental. Semoga terwujud dan terlaksana. Amin.

Selamat tahun baru 2016. Semoga anda selalu bertanggung jawab terhadap perubahan yang anda lakukan.