Bohong dan Tidak Jujur

HP saya berdering. Kulihat layar HP ternyata nama seniorku.

“Mod, dimana ? Aku lagi di Jogja.” “Lagi servis bang, gimana2 ada arahan ?” sahutku.

“Sibuk ? Ayo ketemuan, ngopi bentar.” “Si ap si ap si ap, nanti aku kabari bang kalo udah  selesai.”

“Kok tumben sekali, mungkin bakalan ada cerita nabi-nabi.” ucapku dalam hati.

Tak lama, 15 menit kemudian servis kendaraanku selesai. Aku langsung tancap gas dan bertemu di salah satu sudut kota Jogja.

“Ayo Mod, pindah tempat. Obrolan kita agak ‘intim’. Aku langsung mengajak ke warung kopi langgananku semasa SMA.

Seperti yang sudah kuduga, obrolan seniorku ini selalu cerita nabi2. Aku pun mendengarkan seksama. Berpikir positif mungkin ada sesuatu yang berguna dan bermanfaat buatku. Tiba-tiba inti pembicaraan mulai dari sini.

“Jadi begini Mod, saya ini heran sama adik saya, berkali-kali sudah saya bilang Jangan Pernah Berbohong. Saya ini Kancil, Kok berani bohongi saya. Boleh tidak jujur tapi jangan pernah berbohong. Sekali berbohong maka kebohongan yang lain akan terus mengikutinya.”

Saya heran apa bedanya Bohong dan Tidak Jujur bang. Bukannya sama saja ?.

“Maksudnya gimana bang ?”

“Tidak Jujur itu bukan berarti Bohong tetapi Bohong itu pasti Tidak Jujur.”

Contohnya begini, Adikku bilang ke bapakku kalo dirinya pergi ke kota Pare buat les B.Inggris. Aku tahu dia pergi ke tempat pacarnya dulu baru pergi ke Pare. Nah bapakku telpon ke adikku tapi adikku ga angkat. Bapakku berpikir mungkin adikku ini sedang dalam perjalanan ke Pare. Trus bapak telpon aku, “Adikmu di rumah mas ?”. Wah ndak tau pak, kayaknya pergi.”

Aku masih belum menangkap arah maksudnya.

“Kalo misal adikku bilang ke bapak, Aku ada urusan bentar pak, setelahnya baru ke Pare. Itu namanya tidak jujur. Nah dia ga bilang kalo ada urusan. Itu namanya bohong Mod.”

Aku mencoba mencerna kata-kata seniorku. Sedikit demi sedikit mulai paham maksudnya.

“Itu loo yang aku ga suka. Sudah saya katakan berkali-kali, dia tetap aja melakukannya. Heran.”

Bukankah tiap manusia sering melakukan kebohongan. Apakah itu normal atau bukan ? Dulu aku sering melakukan perbuatan tersebut. Tapi setelah dipikir-pikir benar juga perkataan seniorku ini. Lebih baik tidak jujur daripada harus berbohong. Hidup lurus itu perlu tetapi sesekali tidak jujur mungkin baik juga untuk dilakukannya. Toh kita bukan Nabi.

“Kamu jangan seperti itu ya Mod, ndak baik kasihan orang lain”. ”

“Iyaa bang.”

Siang itu aku mendapat pelajaran berharga dari seniorku. Hidup itu boleh melakukan ketidakjujuran namun jangan pernah sekali-kali melakukan kebohongan.

*Matur nuwun senior, Ilmunya bermanfaat.

Advertisements

Nostalgia Radio

Lewat Radio, Aku sampaikan kerinduan yang lama terpendam ..

Lirik lagu SO7 mengingatkan aku ke zaman 2000an. Zaman tersebut adalah zaman dimana radio begitu berkembang dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku selalu menyetel radio dan mencari saluran Yasika FM. Setiap jam 5 pagi, saluran radio ini selalu menyetel lagu-lagu lawas macam The Beatles, Led Zeppelin, Extreme, dll. Band-band lawas dengan lagu evergreen. Penyiar radio tersebut cukup irit bicara. Saling kirim salam adalah menu utama di pagi hari. Biasanya ditujukan kepada orang-orang terkasih bahkan ada orang yang sengaja memperkenalkan diri bahwa dirinya adalah jomblo.

Setelah Yasika FM, aku juga sering mendengar dua saluran lainnya yaitu Swaragama FM dan Prambors FM. Swaragama adalah radio yang dimiliki UGM sedangkan Prambors adalah radio kekinian. Mendengarkan radio adalah keasyikan tersendiri bagi penikmatnya. Acara-acara yang diperdengarkan biasanya paling banyak seputar music. Namun seiring zamannya waktu, banyak acara menarik lainnya. Contoh di Swaragama FM ada acaranya Hitman System dan Graphotips. Hitman System yang dikelola Kei Savouire yang isinya adalah trik – trik menarik hari lawan jenis. Jujur, saya pernah mempraktekan apa yang pernah dikatakan sang Hitman System. Selain itu, Graphotips adalah acara yang menampilkan tulisan seseorang yang kemudian dianalisis. Analisis bisa berupa karakter pribadi (sifat dan watak). Kalo Prambors FM ini selalu menampilkan lagu-lagu kekinian jadi bisa tau apa lagu terbaru yang layak diperdengarkan. Ooh iya, ada lagi Delta FM dengan penyiar yang cukup kondang yaitu IWA K. Rapper yang pandai mengolah kata sehingga pendengar radio betah mendengar celotehannya.

Saat ini, banyak orang yang jarang mendengarkan radio. Mungkin acara seperti kirim salam sudah tergantikan dengan aplikasi media sosial yang ada di handphone. Walaupun begitu, aku masih tetap setia untuk dengerin radio. Karena radio mampu menghidupkan imajinasi manusia.

*Ayo Dengerkanradio Radio !!!

Berguru pada Ki Probo

Di dunia ini belum tentu ada yang benar-benar sempurna. Setiap makhluk hidup pasti mempunyai kekurangan atau kelebihannya masing-masing. Beberapa makhluk hidup terlahir memiliki kelebihan bahkan diantaranya berlebihan. Kalimat yang selalu saya ingat dari seorang maestro sastra yang bernama Ki Probo. Bahkan menjelang tidurpun saya sering berkontemplasi apa maksud kalimat dari sang maestro nyentrik tersebut. Ki Probo pernah berkata :

1. Ada manusia yang tidak tahu pengetahuan tapi dia sadar bahwa dirinya tidak tahu
2. Ada manusia yang tahu pengetahuan tapi dia tidak sadar bahwa sebenarnya dia tahu.
3. Ada manusia yang tahu pengetahuan dan dia sadar bagaimana cara menggunakan pengetahuan.
4. Ada manusia yang tidak tahu pengetahuan dan dia tidak sadar bahwa dirinya tidak tahu.

Manusia dengan ciri yang pertama adalah orang yang mau belajar untuk mengembangkan pengetahuan. Apapun jenis pengetahuan itu. Manusia dengan ciri pertama tersebut harus dibimbing supaya dia segera tahu dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut. Contoh dari manusia dengan golongan pertama ini adalah anak sekolah. Manusia dengan ciri yang kedua adalah orang yang beruntung menggunakan pengetahuan tersebut. Biasanya orang-orang ini biasanya berada di balik layar atau orang yang diam/tertidur. Manusia dengan ciri ketiga adalah orang yang memang telah mampu menggunakan pengetahuan dengan baik dan benar. Biasanya orang-orang dengan ciri ketiga ini tergolong ahli, pakar, atau tokoh agama. Manusia tersebut mampu dijadikan panutan bagi masyarakat. Sedangkan manusia dengan ciri terakhir adalah orang-orang yang berbahaya. Mengapa bisa dibilang berbahaya ? Karena orang-orang ini terbiasa melakukan tindakan kejahatan baik fisik/non fisik dan juga lemah mentalnya. Manusia seperti ini patut dibina atau dibinasakan.

Hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Jika kamu tidak bermanfaat bagi orang lain maka kamu tidak hidup. “Sibukkanlah hidupmu atau sibuklah untuk mati.”

*Obrolan di Taman Langit beberapa bulan silam.

Aku merindukanmu tapi Allah lebih sayang kamu, Aang

14 Oktober 2010. Suara pintu kamarku dipukul keras.. DOOOK DOOOK DOOOK !!! Aku yang saat itu tertidur pulas akibat begadang semalaman langsung bangun. “Mas, mas, Bangun mas”. Kubuka pintu dengan rasa terpaksa. “Aang meninggal mas” suara tanteku sambil terisak nangis. Nyawaku yang belum terkumpul dengan penuh sedikit tidak percaya dengan kalimat tanteku. Aku kemudian menuju kamar tamu dan disana telah berkumpul kakekku, nenekku, tanteku yang dari Jakarta, pamanku, dan anak dari tanteku. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul set4 sore. Aku duduk diantara nenek dan tanteku. “Aang meninggal mod” nenekku dengan lirih berkata. Tiba-tiba hape berbunyi. Pamanku yang dari Jakarta juga mengabarkan hal serupa dan turut mengucapkan belasungkawa. Kemudian aku terdiam.

14 Desember 1993. Seorang anak laki-laki lahir dengan nama Mozzie Anggodo Prakoso. Ayahku lebih suka memanggil Aang daripada Mozzie. Adikku yang kedua ini bisa dibilang ‘spesial’. Usia 2 bulan sudah divonis penyakit Hidrocefalus atau penyakit dengan pembesaran kepala. Dokter mengatakan bahwa cairannya harus disedot supaya otaknya bisa berkembang. Ayahku menolak mentah-mentah usulan dari dokter tersebut. Ayahku tidak mau mengambil resiko tersebut. Dokter juga belum bisa memastikan apakah otaknya akan berkembang jika cairannya disedot. Akhirnya Aang deibawa pulang ke rumah dengan kondisi seperti itu. Ayahku bilang jika tiap hari kepala Aang harus dikasih bawang merah, laos diparut kemudian dicampur dengan minyak kayu putih dan dioles ke kepala Aang. Aku kadang berpikir, ramuan itu buat apa tapi Ayah selalu bilang itu ‘petunjuk Allah’. Aku tak bisa membantah.

Memasuki usia 22 bulan, Aang mendapat cibiran karena belum juga bisa berjalan. Tiap hari Mama menangis, Aku juga sedih kalo melihat Mama menangis. Tapi, kejutan dari Allah datang. Ketika ada beberapa orang datang ke rumah dan sedikit mencibir Aang, tiba-tiba Aang berjalan dan kemudian berlari menuju pintu kemudian langsung memeluk Mama. Orang-orang tersebut kaget dan seketika itu juga Mama menangis kemudian mengucap syukur atas nikmat tiada bandingnya kepada Allah SWT. Menginjak SD, mama dan ayah bingung karena hampir semua SD menolak Aang karena melihat kondisi Aang dengan penyakitnya. Para guru tersebut mengatakan bahwa Aang lebih baik diarahkan ke SLB. Hati ayah dan mama hancur jika mendengar perkataan itu. “Sabar, Allah pasti beri jalan ma” ucapan ayah berulang kali ke mama. Alhamdulillah, SDIT BIAS mau menerima kondisi Aang yang seperti itu. Bahkan kemudian Aang boleh melanjutkan sampai SLTP di BIAS (Bina Anak Sholeh).

Terkadang Allah selalu memberi kejutan umatnya secara unik. Mama yang selalu bahkan hampir tiap hari mengukur kepala Aang dibuat kaget dan terpana. Menjelang SMA, ukuran kepala Aang bisa mencapai normal seperti manusia seperti biasanya. Subhanallah, sekali lagi Allah memberikan kejutan terselubung. Aang tergolong special. Jika ia dimasukkan ke SMA normal maka Aang tidak bisa mengikuti rekan-rekannya namun jika dimasukkan ke SLB, justru ranking Aang selalu tertinggi diantara yang lain. Luar biasa. Terkadang cibiran kepada Aang sungguh mengerikan. Kadang dia menangis dan berharap cibiran itu terhenti. Aku kadang menangis dan mencoba memeluknya sambil berkata “Aang yang sabar yaa, Allah pasti selalu sayang sama Aang”. Aang adalah adekku yang paling dekat. Dia selalu tidur disampingku. Kadang dia suka iseng kalo aku lagi tidur. Aku hanya tertawa dan kadang membalas keisengan Aang. Aang adalah penggemar forklift (semacam kendaraan berat ). Dia selalu mengutak atik computer dan mencoba memodifikasi gambar-gambar forklift. Jeniusnya, Aang mampu melakukannya. Kadang-kadang aku terheran-heran, kok bisa Aang melakukan itu. Hahaha…

Selepas Maghrib, aku dan keluarga besar di Malang segera bertolak ke Yogyakarta. Ayahku berkata, “Kalo kamu udah datang nanti Aang segera dimakamin. Kalo bisa sebelum Jumatan kamu udah di rumah ya mas”. Perjalanan terasa begitu lapang. Tante, Paman, dan nenek saling bercerita tentang Aang. Aku hanya diam dan terkadang tersenyum.

Kurang lebih 2 minggu sebelum Aang meninggal, Aang mengalami penyakit asma. Ayah membawa ke dokter terdekat kemudian dokter tersebut memberi resep-resep yang dibutuhkan. Aang meminum obat secara teratur. Sedikit demi sedikit asmanya agak berkurang. Seminggu setelahnya Aang kembali diperiksakan ke dokter. Dokter berkata, “ Wah, Mas Aang ini cuma butuh renang aja, pasti Mas Aang sembuh.” Ayah senang mendengarnya begitu juga dengan Mama. Selama seminggu terakhir, Aang selalu sholat dengan khusyuk bahkan berdoa sambil berdzikir cukup lama. Unik, biasanya Aang selalu sholat dengan cepat bahkan rekan-rekannya menjulukinya STD (Sholat Tanpa Doa). Aang hanya membalas “Aku ini selalu dekat sama Allah, makanya ga perlu pake doa.” Aku hanya tertawa lepas jika ia berkata begitu.

Hari Rabu. Keadaan Aang sedikit memburuk. Ayah mengajaknya membaca Juz Amma sembari berdzikir. Di kamarku, ia selalu memegang tasbih sembari berdzikir terus menerus tanpa henti. Menjelang tidur, Aang minta tidur ke ruang keluarga. Ayah menurutinya dan mendampingi Aang yang terus berdzikir sampai dirinya tertidur. Ketika jam dinding memasuki pukul 2, Aang tiba-tiba mengigau dan berbicara bahasa Jawa seakan ada yang mengajaknya berbicara. “Wes tho, mengko wae. Mengko aku munggah kok. Wes yoo, mengko wae. (Sudahlah, nanti saja. Nanti saya juga naik. Udah yaa, nanti aja). Begitulah perkataannya.

Hari Kamis. Paginya Aang beraktivitas seperti biasa. Dia selalu menonton acara Si Doel Anak Sekolah pukul 10.00. Acara yang selalu dia tonton ketika sakit. Aang hanya meminta mama dibuatkan sayuran baby kol. Mama pun mengiyakan. Menjelang sholat zuhur, Aang berganti pakaian sholat lengkap menggunakan sarung. Ayah, Mama, dan Aang sholat berjamaah. Kemudian dia kembali ke kasur di depan ruang keluarga. Dia tidur terlentang sembari berdzikir dengan tasbihnya. Memasuki ashar, Aang menyuruh ayah segera menjemput Obi, adikku yang paling kecil. Ayah bilang ,”Ntar tho Ang, tunggu 5 menit lagi.” Tapi Aang memaksa, “Udah yah, Obi udah pulang kok. Segera dijemput.” Ayah pun menuruti perintah Aang dan kemudian segera bersiap-siap. Mama mengantarkan ayah ke depan sembari membukakan gembok depan dan mengucapkan hati-hati ke ayah. Ketika mama balik ke ruang keluarga, keheningan terjadi. Nafas Aang seperti tidak bersuara. Mama mengecek dengan segera. Aku selalu percaya, insting Mama itu selalu luar biasa. Kemudian Mama berkata, “Kalo Aang sudah diminta Allah, insya Allah Mama udah ikhlas kok Ang.” Hentakan nafas terakhir dari Aang mengakhiri perjalanan hidupnya selama 17 tahun.

Jumat Pagi. Aku bersama keluarga Malang sudah sampe rumah. Aku hanya melihat mama menahan tangis kemudian aku memeluk ayah dengan sangat erat tanpa mengucap sepatah kata apapun. Kemudian aku melihat Aang telah dikafani dan baunya sangat harum. Segera aku berwudhu, sholat jenazah dan memberikan ciuman terakhir kepada Aang. Kerabat serta keluarga datang silih berganti. Yang tak kuduga, ternyata Aang sudah memiliki pacar namun sayangnya pacarnya belum mengerti jika Aang telah meninggal. Ayah hanya berkata, “Dek, Mas Aang ini lagi tidur dan menuju ke tempat yang lebih baik.” Sulit memang menjelaskan kepada cewenya yang bisa dibilang kondisinya hampir sama dengan Aang. Aku kembali dibuat nangis ketika ayah menunjukkan gambar dan tulisan bahwa setelah selesai SMA, dia pengen nikah kemudian membuka bengkel dan pacarnya berjualan nasi sayur di depan bengkelnya. Suatu cita-cita yang jujur dan mulia.

Adzan Jumat berkumandang. Aku beserta orang-orang ikut membawa jenazah Aang ke masjid. Selepas Jumatan, Aang segera diberikan tempat istirahat yang terakhir. Ayah memberi adzan dan iqamah terakhir. Kemudian kami berdoa semoga Aang dapat ditempatkan di sisi terbaikNYa. Hujan turun ketika acara berdoa telah selesai. Wangi bunga bercampur dengan air tanah yang terkena hujan sangat menenangkan jiwa. Subhanallah.

Kini tepat 5 tahun kepergianmu, Aang. Semoga aku bisa mengikuti jejakmu Aang. Hey Aang, ternyata Allah begitu dekat kan ? 🙂

*Teruntuk adikku Aang. Al-Fatihah

Revolusi Romansa

Hidup di tahun 2000an sungguh menyenangkan. Segala hal dapat diketahui dengan cepat. Anda cukup membuka internet kemudian ketik Google.com maka semua rahasia di bumi akan anda ketahui. Mulai dari akte kelahiran Soeharto, tempat tinggal Toni Blank, pekerjaan Jonru bahkan jumlah fans Cherrybelle di seluruh Indonesia !!!. Zaman teknologi yang semakin canggih membuat semua hal menjadi mudah termasuk dengan Cinta. Cinta yang terkadang membuat anda bersusah diri, lesu bahkan menjadi candu. Dengan adanya teknologi, seakan cinta menembus batas masalah – masalah hidup manusia. Apakah benar begitu ? Mari kita lihat.

Dulu sepasang kekasih jika ingin saling menyapa, maka mereka terlebih dahulu bertukar surat. Surat yang dinanti-nantikan kadang baru sampai setelah seminggu lamanya. Maklum zaman tersebut belum ada koneksi internet secepat sekarang jadi surat adalah kebutuhan primer bagi sepasang kekasih. Maka dari itu tak heran ada kiasan “Surat adalah alasan mengapa rindu itu diciptakan”. Sekarang zaman begitu sangat cepat, anda cukup sms (jika hape anda jadul) atau yang paling mutakhir adalah WA, BBM, LINE. Gak perlu menunggu sampai seminggu, maka kekasih anda segera membalas (dalam kondisi normal).

Dulu sepasang kekasih jika ingin saling berjumpa, maka biasanya sang kekasih mengumpulkan keping koin demi menelepon pujaan hatinya hanya dalam tempo beberapa menit. Maklum biaya telepon cukup mahal. Sekarang muncul paket telpon murah bahkan dalam beberapa aplikasi muncul fitur free call. Apapun menjadi cepat dan mudah. Maka tak heran ada kiasan “Waktu adalah alasan mengapa harapan itu dikisahkan”.

Dulu sepasang kekasih jika ingin saling berkelana, maka biasanya sepeda onthel adalah kendara yang nikmat tiada bandingnya. Namun, kehadiran sepeda motor dan mobil menggantikan sepeda onthel. Di era sekarang, Muda-mudi sering menggunakan dua kendaraan tersebut yaitu mobil dan sepeda motor adalah cara paling mudah untuk menarik perhatian lawan jenis. Keberadaan sepeda onthel kian terpinggirkan dan hanyalah sebagai museum belaka. Maka tak heran muncul kiasan “Roda adalah alasan mengapa kenangan pernah dibentangkan.”

Itulah teknologi yang membuat kata surat, waktu, dan roda semakin kabur. Kemudahan teknologi terkadang juga membuat makna cinta semakin bias. Maka, ketika kamu sedang berada di zona nyaman maka semuanya akan segera terlupakan.

*Bersenang-senanglah karena waktu ini yang kita rindukan, Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Kisah misteri di UNAIR Part 2

Tiba-tiba Irur memanggil saya berkali2. Sembari mengecek waktu yang ternyata menunjukkan set3 pagi, Irur meminta saya untuk mendengarkan suara dari atap. Suara tersebut “Srrrk srrrk srrrk” seperti suara cakaran. Melihat wajah Irur pucat pasi, saya berdalih bilang kepadanya bahwa mungkin itu suara kucing sedang menerkam tikus. Mungkin saja..

Paginya saya bertanya kepada teman sebelah apakah mendengar suara tersebut, ternyata mereka tidak mendengar sama sekali. Mungkin mereka lelah atau tidurnya terlalu nyenyak atau mungkin . Pikiran saya kemudian kembali terfokus kepada festival ini. Pertandingan demi pertandingan kami lalui. Sayangnya karena kurang latihan dan kurang pengalaman, kedua tim kami langsung gugur di fase grup. Sayang sekali…

Malam harinya ketika kami sudah dipastikan tidak akan mengikuti pertandingan selanjutnya, kami mengadakan pesta kecil2an. Kami membeli banyak minuman dan makanan. Tertawa lepas dan bahagia. Diantaranya ada yang sampai teller bahkan pisang. Empat diantaranya termasuk saya, Alhamdulillah tidak sampai ikut2an pesta tersebut. Maklum empat orang tersebut termasuk orang yang polos. Hehehe..

Agam dan Irur yang jago minum tiba-tiba masuk kamar saya sembari tertawa ngakak tidak jelas. Agam kemudian duduk di kasur saya, Saya menghadap dia sedangkan Irur menghadap jendela. Agam bercerita kepada saya bahwa dirinya dalam 2 hari ini sedang diikuti seorang wanita. Saya bertanya, “mana wanitanya gam ?” Kemudian dia berkata “Lha ini dia sedang duduk sembari tersenyum kea rah kamu, Mod.” Seketika itu bulu kuduk saya merinding, sambil mengucapkan istighfar. Agam ini memang mempunyai indera keenam. Sejak awal kuliah dia selalu mengatakan hal-hal aneh yang mungkin jika di dalam logika kita tidak masuk akal. Irur bilang, “Halah mod, paling nglantur.. maklum orang teler kan begitu semua.” Kami bertiga tertawa lepas namun saya tetap berpikir obrolan Agam pasti ada benarnya. Agam kemudian pamit keluar dari kamar saya dan berkata “Mod, aku keluar dulu mau jalan2”. Saya mengiyakan karena saya pikir dia hanya mencari angin saja. Kami semua pun kembali guyon seperti semula tanpa ada terpikir sedikitpun tentang Agam.

Menjelang pukul setengah 12 malam Irur meminta saya untuk mencarikan Agam untuk segera menghabiskan botol terakhir. Kemudian saya meminta tolong Inu untuk membantu mencarikan si Agam. Saya mencari ke arah pintu masuk bersama si Inu. Perlu diketahui, pintu masuk hanya terdiri dari satu pintu jadi akses keluar masuk terpantau di area tersebut. Saya mencari ke segala penjuru bersama Inu ke seluruh area. Inu berpikir bahwa jika Agam teler, dia bisa pergi ga jelas atau bahkan terkadang tidur di tempat yang ga jelas. Saya mencarinya bahkan akhirnya ke area blok Timur karena siapa tahu Agam malah tertidur di kamar. Saya kembali mencari lagi dan kali mengajak teman-teman karena khawatir kalo Agam terjadi apa2. Setelah hampir satu setengah jam mencari, akhirnya saya mengumpulkan teman-teman di lorong dekat kamar saya untuk bagaimana mencari langkah selanjutnya.

Saya berkata “Rek, Agam ini kayaknya lagi ada yang ‘ngikutin’. Aku ndak tau itu sapa.” Semua terdiam dan tertegun lalu teman saya Septa berkata “Aku tadi sempet nyari info ke anak2 Unair mod, Anak Unair ada yang bilang ke aku, waktu anak2 UB tiba si anak Unair ini ada yang bisikin “Aku mau cari anak yang jarang mandi dan kuat tidurnya”. Semua terkaget dan langsung sepaham. Agam adalah orang yang jarang mandi. Dia ke Unair hanya bawa sebuah baju dan celana sedangkan yang lain bawa minimal 3 stel baju. Agam juga kuat tidurnya bahkan dia pernah tidur satu hari satu malam. Luar biasa. Seketika itu juga kami langsung membagi ke dalam tiga tim untuk mencari keberadaan Agam. Saya sempat menelepon ‘orang pintar’ untuk menanyakan Agam berada. Saya diminta mencari mawar hitam kemudian dilempar ke arah penginapan tersebut. Saya bilang “Mustahil untuk mencari mawar hitam”. Kemudian saya bertanya ke “orang pintar” lagi dan dia hanya berkata “Dia sedang diselimuti, ntar abis subuh juga balik, Mod”. Teman-teman lalu saya kumpulkan kembali dan mengatakan hal sebenarnya. Namun tentu saja banyak yang tidak menerima fakta yang saya ungkapkan.

Kembali saya ke lantai 3 bersama Inu untuk mengecek dan mengunci seluruh kamar di lantai 3 dari luar agar Agam tidak masuk kamar. Kemudian saya dan Agya sholat tahajud hanya agar menenangkan anak2. Teman-teman tetap mencari namun hasilnya nihil. Saya dan teman2 hanya bisa bersabar dan menunggu di lantai satu sampai saat subuh tiba. Singkat cerita, setelah adzan subuh, saya dan salah satu teman segera menunaikan subuh dan berharap semoga Agam segera dikembalikan. Kemudian setelah menunggu lama karena Agam belum juga muncul, kami kembali mencari bahkan sampai pekarangan rumah orang. Lelah dan Pasrah. Saya pun akhirnya memikirkan bagaimana caranya menyampaikan pertanggungjawaban ke dosen2 jika si Agam hilang tanpa jejak. Kami mulai kembali masuk kamar masing2 sekitar jam 7 pagi hanya untuk segera merebahkan badan. Seorang teman masuk ke kamar saya dan berkata “Mod, Agam lagi jalan2 ke Bojonegoro, dia dibawa sampe sana”. Hah, bagaimana mungkin dia udah sampe bojonegoro, pikirku. Jarak tempuh naik kendaraan bus saja butuh 6 jam. Apalagi jika hanya jalan kaki !!. Kami semua benar – benar pasrah hingga keajaiban itu terjadi. Jam 8 kurang saya keluar dari kamar dan menuju kamar mandi. Ketika membuka pintu kamar, tiba – tiba Agam muncul dari kamar sebelah. Saya kaget sekali dan hanya melihatnya dari ujung kepala sampai ujung kaki apakah ini benar-benar Agam. Saya memberanikan bertanya “dari mana gam ?” Dia menjawab “Abis subuh tadi balik Mod.”

Deg, deg, jantung berdegup keras, kaki ga bisa bergerak. Agam masuk ke kamar mandi dan seketika itu juga saya membangunkan seluruh teman-teman untuk memberitahu bahwa Agam telah kembali !! Saya kaget dan tidak bisa berkata-kata, hanya bisa berpikir “Kok bisa?” Semua anak-anak menjaga dari lantai satu sampai tiga untuk memastikan apa Agam akan lewat. Lalu, “Dia muncul darimana” ? . Dia kembali dari kamar mandi kemudian masuk ke kamar depan saya. Inu langsung mengunci kamar tersebut agar dia tidak pergi kemana-mana lagi. Teman-teman masih heran, dia muncul dari mana. Tak ada yang tahu. Zul, dari kamar sebelah bilang, “Kan abis dari kamarmu, dia ke kamar saya Mod. Semalam aku tidur sama dia, ngobrol sampai tiba-tiba Agam dapet jackpot yang kemudian ia buang ke luar jendela”. Saya katakana itu tidak mungkin, karena terakhir dengan jelas dia turun ke tangga bukan menuju ke kamarnya. Apalagi sampai jackpot ke luar jendela. Itu lebih mustahil. Karena Irur yang saat itu di dekat jendela tak mendengar suara apapun.

Pesta terakhir yang diadakan panitia tidak kami ikuti. Kami masih benar-benar heran bagaimana Agam bisa hilang dan pergi kemana saja dia ? . Agam tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Dia hanya mengangguk saja ketika aku maupun Ina perintah. Kami pulang ke Ngalam menggunakan kereta sore. Agam masih tidak berbicara sampai akhirnya dia berbicara ketika kerta memasuki area Sidoarjo. Dia berkata, “Aku kemarin diajak jalan – jalan Mod, mbaknya cantik, rambutnya panjang dan senyumnya ramah. Pake baju putih lagi.” Saya hanya terdiam dan berucap istighfar saja dalam hati. Agam terus bercerita jika mbaknya sangat baik sekali dalam ‘melayaninya.”

images Kn

Sesampai di Ngalam, kami benar-benar bungkam atas kejadian ini. Baru kali ini saya beranikan menulis di blog tentang kejadian ini. Kejadian ini yang mengetahui hanya teman-teman yang mengikuti festival tersebut.

*Selesai

Kisah Misteri di UNAIR Part 1

Ini adalah kisah nyata yang pernah saya alami ketika saya masih kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Pada tahun 2009, ada festival IROS (International Relation On Sport) yang diadakan oleh UNAIR dengan mengundang beberapa kampus di Jawa Timur yang mempunyai jurusan Hubungan Internasional. Selain UB dan UNAIR, ada juga Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Jember. Festival tersebut terdiri dari beberapa cabang olahraga yaitu futsal, tenis meja, dan bola basket. Saat itu, saya mengikuti futsal yang diadakan selama tiga hari. UB mengirimkan dua tim yang terdiri dari komposisi teman-teman 2007 dan 2008. Festival ini adalah festival olahraga pertama yang diikuti oleh teman-teman HI. Singkat cerita, setelah mengalami persiapan yang cukup panjang, kami berangkat menggunakan bus menuju terminal Bungurasih. Setelah sampai disana, kami dijemput oleh anak-anak UNAIR menuju tempat penginapan yang letaknya berada di kampus UNAIR C.

Kisah misteri dimulai dari paragraf ini. Tempat penginapan yang kami tempati cukup luas. Ada puluhan kamar yang terbagi dua blok yaitu blok Barat untuk laki-laki dan Blok Timur untuk perempuan. Tim UB mendapatkan kamar di lantai ketiga. Setelah memilah dan memilih beberapa kamar, saya dan Irur memilih kamar yang letaknya pojok sebelah kamar mandi. Kamar tersebut tempat tidur tingkat. Saya menempati tempat bawah sedangkan teman saya di atas. Ketika saya hendak merebahkan badan, bau wangi aroma yang cukup sering anda jumpai di kuburan menusuk di hidung saya. Saya kaget dan seketika itu juga merinding namun saya abaikan. Saya bertanya kepada panitia untuk mengetahui apa seprai tersebut memang dicuci sebelum anak-anak UB masuk dan ternyata jawaban menggelikan dari panitia adalah “Mas, penginapan ini jarang dipakai, makanya dari dulu seprai dan kamar ndak pernah dicuci dan dimasuki.” Saya bergumam, Hmm.. sepertinya menarik kamar saya ini. Menjelang malam, teman-teman berkumpul dan saling membicarakan strategi bagaimana caranya supaya bisa menang. Malam jam 11 kami semua mulai memasuki kamar masing-masing dan yang saya lakukan ketika akan tidur, mencium bantal dan seprai kasur apakah wanginya masih sama dan seperti yang kuduga, wanginya masih sama. Saya hanya bisa berdoa kepada Allah, semoga Gusti Pangeran masih melindungi saya.

*Bersambung..