Selamat Ulang Tahun, Amerika Serikat

Di hari Selasa yang nan berbahagia, salah satu negara yang dirahmati Tuhan Yang Maha Esa berulang tahun. Siapa dia? Tak lain dan Tak bukan ialah Amerika Serikat. Hari ini, 4 Juli 2017, Amerika Serikat merayakan ulang tahunnya yang ke 241 tahun. 

Ada banyak harapan dan tantangan pada usianya yang sungguh-sungguh sangat sepuh (S4). Kami dari segenap warga Indonesia yang sangat memuja Amerika Serikat memiliki ekspektasi tinggi pada Amerika Serikat. Semoga kami tak salah memilih Amerika Serikat sebagai pujaan. Dan semoga kami selalu menjunjung tinggi keberadaan Amerika Serikat. Negara Adidaya. Negara yang akan selaku menciptakan dan mengelola kekerasan bin perdamaian dunia.

1. Harapan pada Donald Trump

Saya menuliskan harapan kepada kamyu bukanlah main-main. Saya tahu tak banyak yang berani menuliskan surat seperti ini ke kamyu. Terlebih kamyu adalah presiden tersohor sekaligus terkaya di seantero langit bumi dan Namec. 

Saya adalah bagian dari penggemarmu. Sama halnya seperti bapak Dewan yang katanya terhormat, Bapak Fadli Zon dan bapak Dewan Direksi yang katanya televisi perjuangan umat, Harry Tanoe. Saya berterima kasih kepada Bapak telah menciptakan terobosan-terobosam yang luar biasa. Bapak tak hanya janji saat berkampanye. Tapi benar-benar melaksanakan janji tersebut saat terpilih jadi presiden. 

Bapak berjanji ingin membuat demarkasi terhadap umat muslim. Eh, la kok begitu terpilih bapak langsung membuat larangan berpergian kepada tujuh negara muslim untuk pergi ke Amerika Serikat. Bapak berjanji menolak untuk meratifikasi perubahan iklim. Eh, la kok bener ya, bapak benar-benar membuktikannya saat memboikot perjanjian tersebut dan ngacir ke Amriki Syerikat. 

Itu baru dua janji dari sekian janji yang telah bapak penuhi. Masih ada banyak janji seperti membangun tembok besar “Great Wall” dengan negara-negara Amerika Latin. Kalo itu dipenuhi juga, wah sepertinya Bapak Presiden kita yang terhormat harus mengikuti jejak anda. Dulu berjanji mau menuntaskan kasus HAM, kok ya nyatanya ndak bisa-bisa sampai sekarang. Sibuk mengurus infrastruktur Indonesia. Mungkin. 

Saya berharap, presiden Indonesia benar-benar meniru apa yang dicapai Presiden Amerika Serikat, Mas Donald Trump. Minimal pelaksanaan janjinya. Bukan tingkah laku apalagi tindakannya. 

2. Harapan untuk produk pendukung LGBT

Saya tahu belakangan kasus produk pendukung LGBT marak dikecam di Indonesia. Salah satunya Starbucks. Ini mengherankan. Di Amerika Serikat soal beginian tidak dilarang. Namun malah bertambah subur. Seharusnya Indonesia kan ya mengikuti toh tingkah laku Amerika Serikat.

Ingat, selain Arab Saudi, Amerika Serikat adalah pujaan sebagian masyarakat Indonesia. Wong, kita masih banyak yang pakai produk Unilever dan Apple. Situ tau kan dua produk tersebut produk pendukung LGBT? Kalo belum tahu, ini barusan saya kasih tahu.

Saya harap kalo kita mau membenci dan menghina ya pakai riset dulu. Jangan asal. Jangan juga pakai standar ganda. Situ ga mau minum kopi Starbucks tapi tentengan kuliah kemana-mana pakai Apple. Dan kamu tau kan salah satu universitas terbaik di Indonesia menggunakan piranti Apple untuk perpustakaannya. Jangan bilang ndak tahu nanti kamu dimarahin para pemuja jaket kuning. 

Saya hanya bisa berharap, tolong Amerika Serikat benar-benar membekengi produk pendukung LGBT di Indonesia. Ingat, kami adalah kawan, sahabat, sekaligus kerabat dekat kamu ya. Jangan dilupakan. Apalagi sekarang presiden Amerika Serikat dan Presiden Indonesia adalah produk serupa tapi tak sama. Selalu menggunakan dasi berwarna merah tapi anti pada baju warna merah (baca:komunis).

3. Harapan untuk Timur Tengah

Saya tahu mungkin harapan yang terakhir adalah harapan yang kabur sekaligus semu. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba menuliskan. 

Jadi begini, sebagian masyarakat Indonesia adalah pemuja Amerika Serikat sekaligus Arab Saudi. Dan AS benar-benar tahu mengambil hati rakyt kami. Agar tidak kelimpungan mendukung, maka kamyu Amerika Serikat dan Arab Saudi (kok ya inisialnya sama-sama AS!!) melakukan perjanjian anti radikalisme di Riyadh, Arab Saudi. 

Saya yakin kok kamu dan Arab Saudi tak mungkin melakukan tindakan radikalisme. Kalo ada yang bilang AS adalah penyebar terorisme, wah itu pelecehan kebebasan internasional. Kalo ada yang bilang AS adalah mesin propaganda ISIS wah ini pelecehan kekerasan internasional. Kalo pun ada yang bilang AS adalah pencipta perdamaian Internasional, nah ini baru bener. Patut dipuji dan diberi bantuan banyak kayak sekutu-sekutu kamu. 

Saya tahu mungkin banyak dari masyarakat kami yang nyinyir terhadap AS. Tapi, kadang kami lupa kalo kami rindu terhadap perlakuan AS di Timur Tengah. Berkatmu, terjadi Arab Spring hingga akhirnya menurunkan penguasa yang katanya diktaktor. Berkatmu, akan ada penyelesaian konflik Israel-Palestina dengan cara pemindahan ibu kota Israel dari tel Aviv ke Jerusalem. Duh, banyak banget pencapaianmu kepada Timur Tengah. 

Tolong dilanjutken.

4. Harapan untuk beasiswa Amerika Serikat.

Eh, ternyata masih ada harapan terakhir. Ini sangat krusial dan sangat penting. Kami tahu 8 dari 10 universitas terbaik dunia ada di Amerika Serikat. Tapi, kami sadar. Kami tak mampu kesana tanpa bantuanmu, Amerika Serikat. 

Maka dari itu beasiswa-beasiswa yang kamu gelontorkan akan sangat berguna. Mulai dari Aminef, US Aid, hingga Ford Foundation. Tolong beasiswa ini sangat berguna bagi kami. Kamu tahu AS? Sudah banyak masyarakat kami yang terbantukan atas beasiswa tersebut. Sudah banyak pula LSM yang terbantukan dari perusahaan tersebut. Jadi tolong jangan pernah berhenti membantu kami.

Terlebih kami adalah negara berkembang. Ajari kami jadi negara maju. Mungkin dengan bantuan secara kontinyu, bangsa kami menjadi maju. Siapa tahu lo ya. Kan kita cuma bisa berencana. Cuma Amerika Serikat yang bisa menentukan. 

Sekali lagi pekikkan, Hail America!!! (Tolong jangan dengarkan lagu Greenday-American Idiot) nanti kamu kena ujaran kebencian. Ya kan, Mas Donald Trump

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s