2008

                                 http://leadingandlovingit.com

Dulu, tak pernah terpikirkan bagi saya untuk melanjutkan kuliah di kota Malang. Apalagi di Universitas Brawijaya. Sebagai orang Jogja, tentunya keinginan berkuliah tak jauh-jauh dari sebuah pilihan rasional. UGM. Sayangnya, undian dari Tuhan mengharuskan saya berkuliah di kota Bakso.

Begitu keterima di fisip, saya sempat syok. Bagaimana tidak? Ternyata fisip belum mempunyai gedung. Saya dan teman-teman 2008 lainnya diharuskan berkuliah di tempat yang konon katanya sedikit sinyal namun banyak ‘teman’ khayal. Gedung Kuliah Bersama (GKB). Itu artinya ruangan belajar kami harus berbagi dengan mahasiswa-mahasiswa dari fakultas lain. 

Saat ospek, kami pun baru sadar. Ternyata kami termasuk generasi ke 5. Artinya fakultas kami baru berumur balita. Sepertinya nasib sial sedang mengarungi kami. Sudah keterima di UB, belum punya gedung sendiri, eh kok ndilalah fisip seperti manusia baru belajar berjalan. Seperti memecah rasa dan penuh dengan nelangsa.

Tak ayal, terkadang kami berkeluh kesah dan sedikit dongkol. Bayar mahal tapi fasilitas tak sepadan. Kelas digilir. Markas LSO pun hanya satu. Tapi kami tak pernah patah semangat. Kami mencoba melalui hari demi hari di fisip dengan penuh tawa dan semangat bahagia. Meskipun kadang sedih dan tangis datang silih berganti.

Generasi kami memang unik. Awal-awal perkuliahan, kami berkelindan dengan mahasiswa-mahasiswi jurusan lain di fisip. Disatukan menjadi kelas paralel. Itu berlangsung hingga 3 semester. Jadi kami bisa kenal dekat dengan orang-orang komunikasi, sosiologi, politik, psikologi maupun HI tanpa ada sekat. Itulah terkadang yang membuat pertemanan diantara kami selalu erat hingga kini. 

Dalam 3 semester saja, kami sudah mengalami dan melakukan tindakan-tindakan konyol. Menghindari dosen macam muka Einstein, mengelabui dosen dengan metode titip absen dan mengoleksi surat dokter dari seluruh rumah sakit di Malang Raya hanya untuk membolos. Bahkan untuk yang terakhir, beberapa dari kami mencoba untuk mengkliping sebagai bahan kenangan. 

Kami cukup sadar banyak diantara anak-anak 2008 tidak begitu unggul secara akademis. Mungkin dari seluruh anak-anak angkatan 2008 dapat dihitung jari yang pernah mencicipi IP 4. Kalo anak-anak yang memiliki predikat nasakom dan adakom cukup banyak. Bahkan tidak bisa dihitung. Seperti jumlah kutu rambutmu. 

Tapi kalo di dunia non akademik, bolehlah kami sedikit jumawa. Banyak dari kami yang memiliki sederet prestasi di dunia non akademik. Tak tehitung jumlahnya. Mulai dari sepakbola, basket, bulutangkis, hingga catur. Kenapa bisa begitu? Karena kami memiliki dua keunggulan. kolektivitas dan kreatifitas. 

Kalo boleh kami mengingat, banyak organisasi dalam kampus yang menuai prestasi di tangan-tangan generasi kami. Sebagai contoh ada Homeband dengan Afut yang berhasil menelurkan ide-idenya dalam mengeluarkan album kompilasi. Hingga kini pun masih berlanjut ke generasi selanjutnya. Atau Dany dengan Societonya yang berhasil menelurkan film-film indie berkualitas di Malang Raya. Bahkan di Indonesia.

Itu baru dua contoh. Ada lagi macam pecinta alam Kompas dengan twin tower, Bung Rendra dan Bayu Gundul. Mixth dengan Mas Hilla dan Mbak Beldon. Atau mungkin organisasi macam Himasigi yang terkenal akan kekompakannya. Himapsi dengan para pengurus dan anggota-anggotanya yang kece badai. Himanika dengan acara-acaranya yang luar biasa meriah. Himahi yang dananya tak pernah seret. Ataupun himapolitik dengan segala aksi dan orasinya.

Belum lagi ada organisasi luar kampus macam HMI, PMII, KAMMI, maupun GMNI. Di tangan generasi kami, keempat organisasi tersebut menjadi lebih hidup. Walaupun terkadang konflik, itu hal biasa. Toh itu hanya di dalam kampus. Kalo di luar kampus sudah seperti sahabat dan kawan. 

Oh ya sekadar nostalgia pula, berawal dari para pendukung Liverpudlian seperti Bhe, Rian, Okky, Koko, maupun Pitik akhirnya kami bisa mendirikan Stand Up Comedy pertama di Brawijaya. Bahkan nama yang terakhir disebut saat ini sudah dianggap sebagai komedian senior di Malang Raya. 

Tentunya masih banyak lagi organisasi dalam maupun luar kampus yang tak saya sebutkan disini. Cukup banyak. Dan di tangan generasi kami, organisasi-organisasi tersebut dapat membawa pesan dan menghasilkan kesan yang cukup baik.

Generasi 2008 selalu memiliki motivasi untuk belajar banyak hal. Menyingkap perbedaan. Menyiasati kekecewaan. Menyatukan kegalauan. Menorehkan kebahagiaan. Dan paling penting adalah menjalin persaudaraan. Itulah watak dan karakter generasi kami.

Kadang saya bertanya, kok ya bisa pertemanan diantara teman-teman 2008 begitu erat? Saya juga tak tahu. Apakah ini berkaitan dengan angka? Bisa jadi. Karena kita generasi ke 5 makanya selalu dinaungi kemujuran. Asal kalian tahu angka 5 adalah angka krusial bagi masyarakat Indonesia. Itu sudah saya jelaskan di status-status saya sebelumnya. 

Saat ini, banyak diantara kami sedang memasuki rentang usia emas. Antara 27-29 tahun. Usia produktif untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Diantara kami pula ada yang sudah berkeluarga. Memiliki anak. Namun ada pula yang masih setia dengan kesendirian. Menunggu untuk dilamar atau sedang persiapan untuk melamar. Tenang, semua pasti akan ada waktunya. Bersabarlah.

Kami selalu yakin bahwa banyak diantara kami akan menuai kesuksesan pada waktu mendatang. Apapun bentuk dan jenis kesuksesan tersebut. Kami selalu percaya akan hal itu. 

Kalo pun Manchester United memiliki generasi emas yang disebut Class of 92 maka kami pun segera menyamainya. Jika mereka hanya melakukannya dengan segelintir orang maka kami akan melampauinya. Tak hanya segelintir melainkan seluruhnya. Kenapa begitu?

Karena kami adalah generasi 2008.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s