Kebenaranku atau Kebenaranmu

Bagaimana manusia dapat mengetahui sebuah kebenaran yang universal, kebenaran yang objektif atau mungkin kebenaran yang hakiki ? Kebenaran yang diagung-agungkan tersebut mungkin hanya Tuhan dan hatimu yang mampu menjawabnya. Kita tidak dapat menerka bahwa manusia tersebut benar atau manusia tersebut salah. Hal ini dikarenakan setiap manusia memiliki pandangan dan perspektifnya masing-masing ? Lalu bagaimana menemukan kebenaran yang sejati ?

Kalimat tersebut seringkali diungkapkan oleh para pencari kebenaran. Manusia – manusia yang termasuk dalam golongan tersebut biasanya sedang melakukan jati diri, menemukan identitas dan mencoba mengenali lebih dalam siapa dirinya yang sebenarnya. Proses pencarian kebenaran dapat dilakukan berbagai macam. Hal – hal yang sifatnya rasional bahkan irrasional seringkali dilakukan.

Ada kalanya ketika manusia mencari kebenaran memasuki tahap tidak sadar. Namun ada juga yang masih saja sadar. Proses pencarian kebenaran tidak bisa disebut sederhana namun tidak juga rumit. Tergantung darimana dan bagaimana orang tersebut mencari kebenaran.

Nabi Ibrahim butuh waktu yang cukup lama untuk mencari kebenaranNya. Ibrahim butuh melihat matahari, bulan, dan bintang untuk menemukan kebenaranNya. Nabi Musa juga sangat lama untuk mencari kebenaranNya. Musa sampai harus naik ke bukit untuk menemui kebenaranNya. Siddharta Gautama bahkan harus meninggalkan sesuatu yang bersifat duniawi untuk mencari kebenaran. Setiap orang pasti mempunyai cara untuk mencari dan menemukan kebenaran yang menurutnya sesuai dengan dirinya.

Menurut saya, tidak ada orang yang bisa menentukan bahwa ini benar atau ini salah. Ada orang yang memang harus mengikuti orang yang lebih tua, belajar, kemudian ikut dengannya. Ada pula orang yang bertanya kepada siapa saja yang ditemuinya kemudian belajar kepada siapa saja yang ditemuinya sehingga ia menemukan kebeneran menurut dirinya. Ada pula orang yang gak tau hal tersebut benar/salah namun karena lingkungan menyuruhnya mengikuti hal tersebut maka ia tunduk. Lalu, mana yang paling benar diantara ketiganya.

Sekali lagi,benar atau salah tergantung bagaimana anda menentukan pilihan tersebut. Dan anda pula yang harus bertanggungjawab atas pilihan tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s