Kereta Api

Mesin berjalan. Saya menyebutnya seperti itu. Mesin ini bisa berarti mobil, motor, pesawat, kapal, ataupun kereta api. Namun kali saya ingin bercerita tentang kereta api. Bukannya apa-apa. Mesin yang satu ini memberikan warna dan makna bagi kehidupan saya. Mulai dari umur balita hingga menjelang usia 26 tahun. Dari semua transportasi umum, yang paling favorit adalah kereta api !!

Kereta api mengalami transformasi dar tahun ke tahun. Pelbagai peningkatan baik fasilitas dan layanan terus diperbaiki. Kereta api yang dulunya hanya terdiri dari ekonomi, bisnis, dan eksekutif kini bertambah menjadi kereta wisata. Lorong dan gerbong kereta api juga mengalami perubahan. Apalagi pelayanannya, sekarang tidak ada penjaja makanan dan minuman bebas sembarangan berkeliaran di lorong kereta api. Hampir semua gerbong kereta api kini memiliki AC (Air Conditioner) bukan Angin Tjendela. Tiket kereta api bisa dipesan online dan juga anda memperoleh boarding pass. Suatu kemajuan yang baik bagi transportasi umum di Indonesia.

Saya dulu masih ingat bahwa saya bisa masuk tanpa memesan tiket kereta api terlebih dahulu. Jadi bayar diatas kereta. Saya juga masih ingat ketika menaiki Argo Lawu ada layanan spesial berupa makan siang dengan wujud nasi goreng + telor. Saya juga masih ingat bahwa saya pernah membuat malu orangtua karena pernah ngompol di kursi kereta. Peristiwa yang menggelikan. Pernah pula, saya tidur dibawah kursi karena orang tua saya tidak mampu membeli tiket lebih. Bau tapi menyenangkan.

Di kereta api, anda dapat menemukan pelbagai macam tipe orang. Ada yang sejak awal duduk sampai tiba di tempat tujuan menggunakan headset. Ada yang langsung tertidur dengan menggunakan penutup mata. Ada yang suka ngemil sepanjang perjalanan. Ada pula yang berbekal buku/koran/majalah. Ada pula yang suka ngobrol dengan lawan di depan/sampingnya. Sedangkan saya termasuk golongan yang lain. Saya lebih suka mengisi TTS dengan buku yang covernya gambar aduhai.

Saya lebih menyukai perjalanan kereta api saat pagi. Saya bisa menikmati pemandangan sawah, sungai, mobil yang beradu kecepatan dengan kereta api bahkan anak-anak kecil yang suka melempari batu ke kaca kereta api. Bukannya apa-apa. Jika malam tiba di stasiun, ada suasana yang bercampur senang dan haru. Apalagi jika stasiun yang dituju adalah Stasiun Kota Baru Malang dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Kalo sampai di stasiun Tugu, anda akan disambut oleh sergapan tukang becak yang siap mengantar anda keliling Malioboro. Kalo sampai di stasiun Malang, anda akan disambut puluhan angkot berwarna biru yang siap mengantar anda keliling kota Malang. Menurut saya dua stasiun tersebut boleh dibilang nyeni.

Saya juga menyukai perjalanan kereta api karena disitu saya bisa duduk melamun, kontemplasi dan mengeksploitasi kepribadian orang-orang. Saya pikir kereta api mampu menghadirkan tawa, tangis, harapan, dan kenangan. Andaikan ada kesempatan untuk menjadi Duta Kereta Api Indonesia maka saya harus mendaftarkan diri !!.

Jayalah terus kereta api Indonesia

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s