Menjemput Tawa di Umbul Ponggok

29 April 2016. Eva Enimah atau yang biasa dipanggil Eva mengabarkan pesan melalui grup KTT. Isinya adalah jalan-jalan terakhir anak-anak KTT 2014 sekaligus ajang perpisahan dengan salah satu dosen tercantik yaitu Ibu Betty. Ibu Betty telah merencanakan untuk menghabiskan masa baktinya di UGM pada akhir semester yaitu pertengahan tahun 2016. Beliau akan hijrah ke Aceh tepatnya Universitas Ar Raniry untuk meneruskan musim yang lebih baik. Selamat bu. Semoga selalu sukses dan tetap bahagia. Amiiin

Diskusi di grup WA berlanjut hingga akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke umbul ponggok di Klaten. Tempat tersebut katanya sangat bagus untuk berfoto ria bahkan dijadikan prewedding. Tentunya kesempatan tersebut tidak boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi kami menginginkan foto bersama dengan seluruh awak KTT 2014.

Sayangnya, kesempatan tersebut tidak dapat dinikmati seluruh awak KTT 2014. Aufa dan Yayun berhalangan hadir karena kondisi tubuh sedang tidak fit. Mas Imam tidak bisa hadir karena pada waktu yang bersamaan blio mengisi ceramah di salah satu televisi swasta di Jogjakarta. May mengurungkan niatnya karena sedang berjuang menyelesaikan khataman. Noe sibuk karena sedang menjadi pemandu wisata bagi teman-temannya yang berasal dari Samarinda. Sedangkan Mua, sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Mungkin hanya Tuhan dan Noe yang paham.

Setelah bermusyawarah, akhirnya diputuskan jalan – jalan tersebut dilakukan pada hari selasa tanggal 4 Mei 2016. Kami menggunakan tiga kendaraan. Alvin mengawal keponakan Bu Betty yaitu Adit, calon istrinya yaitu Ling-ling, Shinta, Eva, Nilna, Bu Betty dan Mala dengan menggunakan mobil sewa. Saya berboncengan sepeda motor dengan Novia sedangkan Yadi berpelukan mesra dengan Bang Beri yang juga menggunakan sepeda motor.

Semua awak berlomba-lomba untuk mengenakan pakaian terbaik termasuk Nilna. Bukan rahasia lagi, Nilna selalu menggunakan pakaian dan make up wajah semaksimal mungkin. Kamu pasti paham bukan ? Dia ingin menarik perhatian orang-orang. Namun katanya, hanya satu orang yang menjadi penarik dia. Tak lain dan tak bukan adalah… (silakan isi titik-titik berikut ini) hahahaha.

Kami kumpul di rumah bu Betty pada pukul 08.00 pagi. Seharusnya jam 07.00 tapi apalah daya ternyata ngaret kurang lebih satu jam. Kemudian kami bergegas menuju tempat wisata tersebut di Klaten  Perjalanan terasa cukup panjang. Soalnya kami semua tidak ada yang mengetahui keberadaan tempat tersebut. Sampai di daerah kota Klaten, Eva justru bertanya pada saya.

“Mod, koe ngerti panggone to ?” Tanya Eva.

“Hayo ra ngerti, wong aku wae ra paham panggone sebelah endi kok.” Ujar saya

“Tak nggawe google maps wae va.”

“Welah, aku iki ket mau ngetutke koe je mod, malah koe ra ngerti toh.”

Semua penumpang tertawa. Saya pun juga tertawa. Akhirnya kami semua mengandalkan google maps. Google maps canggih betul. Hanya mengetik tempat tujuan maka kita sudah diarahkan menuju tempat  tersebut. Turn left, turn right, go ahead. Begitulah bunyi cempreng dari Google Maps.

Jalanan lenggak-lenggok. Dan kebablasan. Novia bertanya kepada bapak-bapak di pinggir sawah dan ternyata terlewat 1 km. Akhirnya setelah melalui perjalanan yang cukup elok, kami tiba di Umbul Ponggok.

Sekilas saya mengernyitkan dahi karena saya pikir ini hanya kolam biasa. Sama seperti di kolam salah satu universitas negeri Yogyakarta. Apalagi tiket masuk cukup murah. Namun yang unik terdapat persewaan kamera bawah air, alat snorkeling, pelampung dan yang unik terdapat pelbagai properti mulai dari sepeda motor sampai televisi untuk berfoto.

Sebelum masuk, para perempuan mengisi perut dengan lotek dan soto di warung bu Betty. Kok ya kebetulan nama warung tersebut persis dengan ibunda kita. Mungkin blio punya saham di tempat tersebut. Kami para lelaki duduk sembari menikmati rokok dan jamur goreng.

Akhirnya kami bayar tiket masuk, menyewa pelbagai alat, dan memilih tempat yang paling sepi demi menghindari kerumunan orang. Saat itu kebetulan umbul ponggok tergolong sepi pengunjung. Menurut tukan parkir setempat, hari Minggu adalah puncak kedatangan pengunjung hingga pengunjung mirip es cendol. Menurutnya pula, hampir seluruh petugas dikerahkan demi mengamankan pengunjung yang membludak.

Semua awak pada berganti pakaian kecuali Nilna. Entah mungkin takut make up luntur atau justru itu pakaian satu-satunya. Setelah berganti pakaian, semua awak siap meluncur ke kolam. Pelampung dan snorkeling telah dikenakan. Nah, Alvin adalah orang pertama yang nyemplung. Kemudian diikuti Yadi, Shinta, dan saya. Eva dan Nilna adalah orang-oran terakhir yang nyemplung. Mereka berpikir bahwa pelampung yang dikenakannya tak akan mampu membuatnya mengambang. Aneh. Tapi Yaa begitulah.

DSCN0564

 

Awak-Awak KTT 2014 © Alvin Haq

Saya penasaran dengan apa yang dimaksud pemadangan di bawah air. Ternyata fantastis !!!. Ribuan ikan berenang kesana kemari. Ada pasangan yang sedang berfoto ria dengan dipandu oleh guide untuk membuat foto prewedding. Mereka menggunakan properti  motor dibawah air. Ada pula beberapa cewe yang menggunakan properti mirip ayunan di sebelah timur. Ada juga beberapa kekasih yang sedang bermain dibawah ayunan. Dan ada pula rombongan ISI Surakarta yang menggunakan waktu luang untuk bermain air di Umbul Ponggok.

Hampir 1 jam lamanya kami beraktivitas di air. Airnya dingin (menurut saya) hingga saya tampak menggigil. Anehnya hal tersebut tak dirasakan awak-awak yang lain. Mungkin karena saya jarang mandi sehingga mudah kedinginan jika nyemplung di kolam.

Bu Betty merasa ada yang kurang sempurna jika kita tidak melakukan foto bersama di dalam air. Saya dan teman-teman yang lain bergegas untuk urunan kemudian menyewa sebuah kamera bawah air. Alvin didaulat menjadi fotografer. Setiap awak diwajibkan mau foto baik itu sendirian, duo, ataupun secara grup. Satu demi satu awak bergantian foto. Alvin memberikan kamera kepada Yadi karena ia ingin difoto bersama pasangannya. Yadi tampak iri. Terlebih ketika dirinya dimintai tolong oleh saya untuk memotret saya dan Novia. Sekali lagi dia iri. Ya gimana ndak iri, la wong pose saya dan Novia adalah pose yang membuat mata terbelalak dan tenggorokan meradang. Maklum pengantin baru. J

Kami berpindah ke area yang lebih dangkal. Kali ini kami berfoto bersama seluruh awak. Foto pertama kurang berhasil. Foto kedua agak kacau. Foto ketiga cukup brutal. Dalam foto terakhir hampir memakan korban. Beberapa awak tidak cukup ahli dalam berenang. Bu Betty hampir saja tenggelam karena tangannya menggelepar kemana-mana. Untungnya regu Baywatch siap sedia untuk menolongnya. Alhamdulillah.

Setelah merasakan adrenalin yang cukup epik, kami memutuskan untuk ganti pakaian dan mandi. Perut yang telah bersenandung keroncong membuat kami harus segera mengisinya. Pilihan makanan belum jelas. Namun kami harus segera angkat kaki dari tempat wisata ini.

Sekali lagi pilihan makanan tergantung saya. Lha wong yang ngerti jalan juga saya. Saya sendiri juga bingung menentukan tempat makan. Saya mencoba mengingat-ingat jalan sembari memikirkan mana tempat yang bergizi untuk membuat tubuh bugar kembali. Akhirnya pilihan dijatuhkan ke SS.

Sempat tersesat karena (mungkin) Alvin salah baca plang. Namun, akhirnya kita bertemu di persimpangan Jalan Pemuda Klaten. Kami bergegas ke SS yang ternyata letaknya pas di perempatan lampu merah. Semua awak turun. Kami memesan pelbagai macam makanan dan minuman.

Disaat menanti makanan dan minuman tiba, kami menyempatkan swafoto (selfie ) ria. 15 menit kemudian, makanan dan minuman mulai tiba. Semua awak mengambil dan segera melahap tanpa ampun. Mulai dari ayam, ikan, maupun sambal semua dilahap tanpa henti. Tak terkecuali Nilna yang menyantap kerupuk dengan bunyi kriuk-kriuk nya. Ya memang hanya bunyi kriuk-kriuk dari kerupuk yang mampu menenangkan kepedihan asmaranya yang tak kunjung usai.

Akhirnya setelah selesai makan dan minum, kami bergegas pulang dan berpisah. Alhamdulillah kami semua tiba di rumah maupun kos masing-masing dengan selamat. Semoga selalu bahagia awak-awak KTT 2014.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s