Panasnya Korupsi dan Pedasnya Cabe di Indonesia

Kamu pecinta makanan pedas ? Penggila cabe ? Penggila lombok ? Pernah lomboken (kondisi ketika kamu selesai makan makanan pedas maka tangan terasa kepanasan) ? Kalo anda suka pedas berarti anda memiliki sifat sabar yang cukup tinggi.

La kok iso ? Bukannya seharusnya muntab atau ngamuk ?

Coba kamu tanya orang-orang luar negeri yang pernah ke Indonesia pasti mereka selalu bilang…

“Wah orang-orang Indonesia itu selalu ramah.”

“Orang-orang Indonesia itu jika diminta bantuan selalu tulus.”

Kamu pasti pernah bukan menjumpai kalimat seperti itu? Entah di jalanan, kafe, ruang seminar, toilet, bahkan mungkin di pemakaman umum. Tau alasannya ? Ya itu karena orang-orang Indonesia pecinta makanan pedas !!!

Coba kamu lihat di setiap warung atau kedai, pemiliknya pasti akan menyediakan sambal, atau saos, kalo ndak ada ya mentok-mentoknya kudapan cabe ijo.

Sekarang, hampir setiap kota di Indonesia pasti banyak warung atau kedai yang menyediakan makanan pedas. Persamaan dari setiap warung tersebut mereka sama-sama menggunakan bahan cabe. Perbedaannya hanya terletak di nama warung dan level pedas.

Contoh di Malang. Ada Mie Setan. Mie pertama yang berani menyajikan buuanyak cabe di setiap levelnya. Level 1 aja ada 25 cabe. Bayangkan jika kamu makan mie setan dengan level 3. Mungkin bibir kamu jadi sejontor-jontornya mas Agus Mulyadi.

Ada lagi Mie Tom Cat di daerah Jl. Soekarno Hatta yang menyajikan level PAUD sampai Profesor. Lek awakmu isok mangan mie tom cat tekan level profesor, mesti wetengmu teko aluminium (Jika kamu bisa makan mie tom cat sampai level professor, pasti perutmu terbuat dari aluminium).

Lain Malang, lain Jogja. Meskipun kelihatannya makanan Jogja ini manis namun jangan salah bahwa SS (Spesial Sambal) pertama kali ada di Jogja. Tepatnya di lesehan area dekat Graha Sabha Pramana UGM. Slogannya bahkan luar biasa. Kalo sambal nggak pedas maka garansi uang kembali. Hebat bukan. Ada lagi Penyetan Mas Kobis atau Oseng-oseng Mercon. Dua warung makan yang menjadi santapan pedas bagi masyarakat Jogjakarta. Kalo itu pedesnya tergantung selera. Tapi konon ada yang pernah mencoba sampai 100 cabe. Saya ndak bisa mbayangkan berapa kali dia harus PP ke toilet. Huft.

Uniknya, mereka yang suka makanan pedas adalah orang-orang yang jarang untuk muntab. Bahkan mereka justru tertawa riang, gembira, dan yang jelas ndak galauan kayak kamu. Ada yang bercucuran keringet tapi bukan nangis sedih melainkan nangis bahagia. Mau muntab gimana ? La wong mereka lebih sibuk cari minuman anti pedas. Biasanya es teh/es jeruk buat pereda kepedasan. Jadi yaa ndak sempat buat ngamuk.

Nah, kalo orang yang suka ngamuk kayak di tipi-tipi itu gimana ? Ya bisa dipastikan mereka ndak suka makanan pedas. Orang-orang yang suka korupsi pasti juga ndak suka makanan pedas. Lantas apa hubungannya ? Begini lho,

Orang-orang yang suka ngamuk di tipi-tipi pasti pikirannya emosi, kacau, dan panas. Kalo mereka sudah panas ndak mungkin makan cabe. Wong, cabe aja bikin kepanasan. La kalo ngamuk+suka makan pedas ? Wah RSJ bisa tambah penuh bosss..

Orang-orang yang suka korupsi gimana ? Ya jelas ndak suka makanan pedas boss. Wong, orang-orang tersebut suka makan “uang panas”. Jadi ya nggak mungkin makan makanan pedas. Kalo mereka udah doyan korupsi njuksuka makanan pedas ? Buang aja ke laut biar jadi asin.

Jadi saran saya kepada bapak/ibu yang suka ngamuk dan doyan korupsi, wes tho, lebih baik mencoba makanan pedas. Sapa tau karena sudah pernah mencoba makanan pedas, maka otak dan perilakumu menjadi sabar dan suka tertawa. Percaya deh, pedas dan panasnya cabe itu tidak seperti panasnya neraka. La kalo pedas dan panasnya cabe, taekmu itu ujung-ujungnya dikeluarin di toilet trus pantatmu disiram deh pake air dingin. La kalo panasnya neraka ? Mungkin panasnya bisa lebih dari tujuh turunan. Ndak cuma pantat, melainkan gigimu bahkan pentilmu ya bakal kepanasan.

Nah, maka dari itu cobalah makan makanan yang telah saya sebutkan. Sekali lagi, sapa tau orang-orang tersebut menjadi penyuka makanan pedas maka meminimalisir kegiatan  orang-orang ngamuk dan menekan angka korupsi.  Bosen woy tiap hari liat telenovela gak selesai-selesai !!! Sinetron Tersanjung aja ada batasnya kok.

Kalo rang-orang tersebut ndak pengen juga mencoba makanan pedas ? Duh Gusti, tak panggilkan om Tukul biar nyuwek-nyuwek lambemu (sobek-sobek mulutmu).

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s