Untaian Cinta Moddie dan Novia (3)

Ini bulan Desember. Bulan yang penuh penantian. Bulan yang mana menjadi penentu akankah saya menikah sebelum tesis atau setelah tesis. Tempo lalu, bapak sudah ngendikan bahwa akan mencoba meyakinkan mama saya supaya anaknya dan saya menikah sebelum tesis. Tekad yang cukup kuat dari bapak.

Seingat saya itu tanggal 16 Desember, bapak,ibu, asyhar dan Novia bertandang ke rumah Jogja. Mereka disambut oleh keluarga Jogja dengan ramah dan sopan. Karena sudah cukup malam, maka kami mempersilakan keluarga Parakan untuk segera menikmati hidangan makan malam yang tersedia. Seingat saya, hari itu juga dilangsungkan pertandingan bola antara Arema Cronus vs aaah saya lupa, toh juga tidak penting saya ceritakan.

Selepas menikmati makan malam, pembicaraan baru dimulai, bapak dan ibu saling berhadapan dengan ayah dan mama. Sedangkan saya, Asyhar, dan Novia duduk sembari sesekali melihat pertandingan bola di televisi. Perbincangan cukup alot. Terlebih saling adu argumen antara bapak dengan ayah. Lempar wacana. Mulut sayapun hanya bisa berkomat-kamit sembari membaca doa semoga terjadi solusi yang menguntungkan antara kedua belah pihak. Televisi pun akhirnya dimatikan. Pembicaraan mulai mengerucut. Ayah tersenyum. Bibir mama ikut menyungging. Begitu juga dengan lainnya.

Ternyata bapak ingin meyakinkan kepada keluarga Jogja bahwa apakah benar – benar serius untuk meminang anaknya. Ketika ayah menjawab serius, maka ada baiknya segera dilaksanakan mengingat usia, anak perempuan satu-satunya, status haji, dan masih banyak hal lainnya. Ayah berpikir sedikit lebih dalam hingga akhirnya menanyakan kepada saya apakah benar-benar siap menjadi suami dari Novia. Saya jawab “Insya Allah Saya siaaap”

Setelah perbincangan detail tersebut, obrolan lebih mengalir secara santai. Santainya obrolan bukan berarti perbincangan serius usai. Masih ada pembicaraan serius namun lebih sifatnya dibawa ke arah informal. Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam. Meskipun kota Jogja baru saja menggeliat terlebih saat itu adalah malam minggu namun keluarga Parakan ingin pamit karena waktu sudah larut malam. Semua tersenyum. Saya berterimakasih begitu pula dengan Novia.

Hari-hari berikutnya lebih krusial. Menjelang Januari, saya dan Novia segera menentukan tanggal pernikahan. Pilihannya kalo ndak Februari atau April mengingat kemungkinan Bapak akan kembali ke Mekkah sekitar Januari atau akhir Maret. Setelah berdiskusi dan membolak-balikkan tanggal, maka kami sepakat untuk memilih tanggal 21 Februari. Tanggal yang nantinya akan menjadi sejarah bagi kita. Deg-degan rasanyaaa ..

Pelbagai persiapan segera dilakukan. Konsep acara segera dicanangkan. Keluarga Jogja kembali ke Parakan untuk mendiskusikan bagaimana acara akan dilangsungkan. Diskusi cukup panjang. Di rumah Parakan selain ada keluarga Novia, ada pula keluarga bulek Nurul yaitu adik dari ibunya Novia. Bapak memberitahukan kepada semua bahwa konsep acara dibuat sederhana. Hanya akad nikah atau ijab qabul. Jadi kegiatan inti hanya berlangsung 2 jam. Mendengar pernyataan bapak, saya lega karena tidak harus melewati perayaan yang epik.

Meskipun begitu, ayah dan mama masih terus bertanya apa benar hanya mengadakan ijab qabul mengingat relasi bapak yang cukup banyak. Namun berulangkali bapak menyatakan bahwa kegiatan akan berlangsung sederhana. Mendengar keyakinan dari bapak, maka kami dari keluarga Jogja juga akan mengadakan kegiatan seperti di Parakan. Bukan ‘ngunduh mantu’ namun hanya memperkenalkan mempelai perempuan kepada khalayak ramai. Tepatnya di tanggal 28 Januari. Undangan pun sifatnya terbatas. Setelah semua sepakat akan hal tersebut maka kami keluarga Jogja balik ke Jogja untuk mempersiapkan segala hal.

Saya dan Novia segera menyiapkan beberapa hal. Mulai dari pakaian di Parakan, di Jogja, undangan, beserta sajian makanan baik di Parakan maupun di Jogja dan juga tamu undangan. Kami mempersiapkan pakaian sedini mungkin. Ada beberapa teman Novia yang diberi pakaian khusus. Begitu pula dengan teman-teman saya. Khusus undangan, kami mempercayakan kepada tim dari Reisa Garage. Setelah semua ditata dan dipersiapkan secara matang maka selebihnya biarlah Tuhan yang menentukan.

Hari berganti hari. Memasuki akhir Januari persiapan dilakukan lebih matang. Undangan sudah jadi. Begitupula dengan pakaian yang sudah sedemikian ganteng dan cantik buat kami berdua. Tiap-tiap detail acara sudah matang. Tinggal menunggu hari H. Kami lebih banyak bertawakkal kepada Allah SWT. Akhirnya Novia pun balik ke Parakan untuk menyiapkan segala hal. Sesampainya di Parakan, tiba-tiba kabar yang mungkin bisa dibilang mengagetkan semua termasuk saya. Konsep acara berubah total !!!

Mak gelegar. Hari tinggal hitungan hari namun konsep acara berubah total. Bisa dibayangkan betapa bingungnya saya dan Novia pada saat mendengar kabar tersebut. Undangan sudah siap namun ternyata undangan harus ditambah dan ada beberapa yang perlu diperbaiki. Pakaian di Parakan ikut berubah. Akhirnya bapak luluh dan mendengar dari para sesepuh untuk mengadakan resepsi. Gedung pun harus segera dicari, dekorasi panggung, pakaian manten, dan lain-lainnya.

Alhasil semua terlihat bingung. Sembari dikejar waktu persiapan disegerakan. Jogja-Parakan, Parakan Jogja. Komunikasi semakin intensif. Alhamdulillah, kok ya segala sesuatu seperti dimudahkan. Meskipun ada yang tersendat namun semua berjalan lancar. Namun sekali lagi, ada yang berubah. Pakaian manten yang sudah dipesan tiba-tiba diganti oleh bapak h-4. Saya pun belum sempat mencoba pakaian tersebut. Fitting tidak dilakukan. Saya hanya bisa pasrah. Begitu juga dengan ayah dan mama.

Uniknya, sodara-sodara dari mama banyak yang ingin datang ke Parakan. Ingin merasakan dinginnya Parakan. Persiapan harus dimaksimalkan semaksimal mungkin. Pelbagai persiapan sudah dilakukan. Tinggal mental yang berbicara. Saya harus akui kurang cukup tidur karena banyaknya pergantian konsep dan acara. Tapi sekali lagi Allah bersama kita dan berharap baik di tanggal 21 Februari dan 28 Februari cuaca cerah. Kalo pun hujan lebih baik selepas acara selesai. Hehehe.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s