Halalkah menjadi politisi ?

“Tidak adakah perbuatan baik yang diperhatikan padaku ?” tanya Cage.

“Tidak jika kau adalah seorang politisi.” jawab Kate.

Petikan kalimat percakapan diatas terdapat pada film The Runner yang dibintangi Nicholas Cage. Kalimat diatas seharusnya menyindir wajah perpolitikan di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia melainkan di belahan dunia manapun jika kamu adalah seorang politisi maka susah untuk berbuat baik. Tidak perlu membicarakan negara lain. Mari kita bicarakan wajah perpolitikan di Indonesia.

Kita harus jujur bahwa untuk menjadi politisi di Indonesia itu rumit. Jika anda berbuat baik maka anda akan dianggap melakukan pencitraan. Namun, jika anda melakukan perbuatan buruk maka anda akan dikecam habis-habisan oleh rakyat. Jadi, politisi yang benar-benar baik sangat sulit ditemukan di era reformasi ini. Kasus korupsi dan skandal seks adalah berita yang selalu menghinggapi layar kaca Indonesia. Anda akan merasa kesulitan jika ingin menemukan politisi yang baik. Hal tersebut dapat terjadi karena wacana yang berkembang pada media bahwa menjadi politisi adalah lawan bagi rakyat.

Wacana tentang politisi selalu saja dikaitkan dengan praktik-praktik yang kotor. Alhasil, daya nalar rakyat Indonesia tercipta bahwa politisi tidak berguna bagi rakyat Indonesia. Toh akhirnya dapat anda bayangkan jika pemilih golput akan lebih banyak terjadi dalam 20 tahun ke depan. Mungkin saja perkiraan saya salah, mungkin saja perkiraan saya benar. Jadi politisi itu rumit apalgi jika anda menjadikan politisi sebagai status dalam KTP anda. Dalam benak masyarakat bahwa politisi pasti memiliki modal yang cukup besar. Padahal ya nggak juga. Ada juga politisi yang memang benar dari kalangan biasa. Sayangnya, politisi seperti itu tidak terlalu nampak di media. Jika memang ada, pasti jarang muncul di headline.

Jika memang anda ingin menjadi politisi, alangkah lebih baiknya anda sudah mapan dan tuntas untuk mengurusi masalah finansial. Jadinya, tidak terbebani. Tapi kalo anda masih korupsi tentang uang, wah anda ya kebacut. Tugas setan hanya menggoda, namun manusia yang menyelesaikan godaan. Jadi jangan pernah salahkan setan. Kalo memang terbukti korupsi yaa jangan salahkan setan namun salahkan diri anda. Kasihan, setan pasti masuk neraka. Kalo anda menyalahkan setan, trus setan harus masuk mana ? Sekali lagi setan hanya menggoda, keputusan tetap di tangan anda. Jadilah politisi yang berperilaku setan. Maksudnya menggoda teman sesama politisi jangan sampai korupsi. Jangan sampai kesetanan untuk menjadi politisi. Ntar malah gangguan kejiwaan.

Omong-omong, menjadi politisi perlu mendapatkan label halal ga ya ? Selesai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s