Belajar dari anak kecil

Pada abad 21 , tingkat intelektualitas anak-anak semakin maju. Utamanya mereka yang lahir pada tahun 2000an. Tentunya usia saat ini mereka menginjak remaja. Tingkat melek teknologinya sudah taraf dewasa. Lihat saja anak-anak usia SMP bahkan SD sudah terampil menggunakan gawai. Bahkan sudah mahfum jika anak2 seusia mereka pacaran ?. Pacaran ? Iyaa. Contoh ini saya temui mereka saat berusia 10 tahun.

Sebut saja namanya Diaz. Dia berasal dari sebuah planet yang bernama Jakarta. Kegemarannya adalah membaca dan bermain di taman Jonggol. Saat ini, dia menempuh pendidikan kelas 4 di salah satu SD swasta terkenal di daerah ring road utara. Anaknya cukup rajin dan giat belajar bahkan dia ditunjuk menjadi ketua kelas selama 2 tahun. Begitulah profil Diaz.

Diaz tergolong anak yang saleh. Meskipun dianggap saleh oleh teman-temannya, ia masih menganggap ada yang kurang. Kekurangannya adalah dia JOMBLO. Ia merasa tersiksa dengan julukan tersebut. Apalagi jika senior kelas 6 berkata “Cieee, Diaz JOMBLO” maka ia lebih baik menyendiri. Dia bertekad akan mempunyai pacar sebelum jadwal puasa Ramadhan tiba. Begitulah curhatan Diaz kepada saya. Heran ? Yaa heran , kok bisa anak seusia ia miris mendengar hinaan JOMBLO. Seharusnya anak seusia Diaz lebih banyak bermain dan belajar. Yang harusnya miris yaa buat kamu seusia saya tapi masi Jomblo. Saya hanya berkata pada Diaz, “Tenang , kalo soal Jodoh nanti juga dateng sendiri kok”. Walaupun begitu ia tetap muram dengan istilah Jomblo.

Nah, yang unik dari Diaz adalah ia sudah mengerti Path. Tau ? Path adalah semacam media sosial untuk eksis. Yaa wajar kalo yang di posting sesuatu yang dianggap keren bahkan membelalakkan mata. Memang Path dibuat dengan tujuan seperti itu. Eksis. Ternyata Diaz juga punya path. Bahkan dengan entengnya ia mengatakan jika ndak punya path maka kamu ndak dianggap eksis. Wah , luar biasa cara berpikirnya. Ini yang makin pintar teknologinya, kecerdasan anaknya , atau salah Kak Seto dalam merumuskan kurikulum pendidikan anak-anak ? Entahlah.

Yang jelas pernyataan yang akhirnya bikin Diaz kesal sama saya adalah ” Cieee Jomblo tapi ngePath, mau eksis apa mau iklan ? ” . Tertawalah saya. Hahaha. Selesai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s