Membaca Politik Timur Tengah tidak semudah menyantap Eskrim Walls

Membaca politik Timur Tengah tidak semudah menyantap eskrim keluaran terbaru dari Walls yaitu ice cream sandwich. Melihat berita – berita yang berseliweran di media sosial belum tentu terbukti kesahihannya. Bisa jadi benar sekali atau salah terus menerus. Lain media lain pengikut. Lain pembaca lain penulisnya. Cuma anda yang bisa menentukan politik Timur Tengah seharusnya begini atau begitu dari bacaan-bacaan anda yang kemudian anda sarikan sendiri.

Sewaktu saya kuliah, saya mengambil jurusan ngehits di salah satu universitas ternama di Malang, banyak mahasiswa/i yang dilarang menulis skripsi tentang beberapa hal yang berkaitan dengan tema seperti “Solusi Israel-Palestina” ; “Perdebatan geopolitik Turki antara Asia dan Eropa” ; “Peran Perempuan di Arab Saudi” dan masih banyak lagi. Mengapa tidak boleh dibahas ? Alesannya karena sudah terlalu banyak yang membahas tema tersebut dan sudah bisa diperkirakan bahwa skripsinya nanti plagiat dan tidak memberikan solusi. Yaa pokoknya jangan sampe lah bahas hal begituan. Tapi ijinkan saya sendiko dawuh karena saya sedikit ndak setuju dengan pernyataan suhu-suhu tersebut.

Pertama, solusi Israel-Palestina untuk rujuk damai dianggap sesuatu yang tidak mungkin terjadi kecuali Jibril turun ke bumi trus ngandani kedua belah pihak. Nah, kenyataannya sekarang dunia ‘agak’ sedikit membuka jalur damai dengan cara Palestina boleh mengibarkan bendera di PBB. Suatu kemajuan yang luar biasa setelah bertahun-tahun lamanya.

Kedua, geopolitik Turki yang sampai sekarang masih menyisakan perdebatan. Kalo untuk urusan olahraga, Turki masuk ke wilayah Eropa tapi kalo untuk urusan yang nyerempet masalah keislaman maka Turki masih dianggap wilayah Asia. Yaa memang sekarang masih susah menentukan Turki itu Asia atau Eropa walaupun hukum yang berlaku adalah sekuler. Namun kenyataannya, Turki mampu mencitrakan dirinya sebagai negara yang menjelang sedikit lagi menuju Eropa dengan cara Turki akan memberikan informasi berapa banyak anggota ISIS yang melewati wilayahnya dan menahan imigran dari tetangga sebelah supaya ndak masuk ke Eropa.

Ketiga, peran perempuan di Arab Saudi. Nah untuk persoalan ini memang susyah buat ditelanjangi, eh maksudnya diteliti lebih jauh. La wong, Arab Saudi itu paham wahabi tulen, paham patriarki tulen jadi wanita ya ndak boleh macam-macam dengan lelaki. Kasus tempo lalu tentang perempuan menyetir mobil mendapat kecaman dari pemerintah Arab Saudi. Namun, entah ini bisa disebut kemajuan atau kemunduran, perempuan Arab Saudi boleh melakukan pemilihan atau bahasa kerennya voting. Sensasional.

Nah, kalo melihat situasi dan kondisi saat ini maka segala sesuatu yang ada di Timur Tengah dapat terjadi. Tidak ada yang tidak mungkin walaupun belum tentu mungkin (uopoh iki). Kalopun dalam kurun waktu yang mendatang Israel dan Palestina dapat menjadi dua negara maka ini sejarah dunia akan lahir. Entahlah kapan itu terjadi. Sama halnya kayak Turki bisa utuh jadi negara Eropa , wah ini benar-benar tonggak sejarah yang baru. Begitu juga dengan perempuan Arab Saudi kalo boleh nyetir. Sapa tau kan nanti produser Fast n Furious bisa mengontrak perempuan Arab Saudi . Tapi kok ngimpi kejauhan yaa. Hahaha.

Sebenarnya menikmati politik Timur Tengah itu yaa susah-susah gampang dan gampang-gampang susah. Tiap hari, jam, menit, atau detik sesuatu dapat berubah. Barangkali untuk menjadi prajurit/relawan Timur Tengah butuh kondisi dalam keadaan siap surantap. Obatnya pun ‘hanya’ dua yaitu merokok atau bermunajat kepada Tuhan. Eh, bisa juga dengan makan es krim Walls. Jika anda sedang panas-panasnya melihat atau bahkan mengalami langsung peristiwa Timur Tengah maka dinginkanlah kepala anda dengan mengemut es krim Walls. Hmm sungguh lezatnya tak terkira. (bukan promosi tapi emang enak kok).

Jangan terlalu serius memandang politik timur tengah, saya saja masih terus berusaha memahami maksudnya apa sih kok negara Barat ngrusuhi Timur Tengah. Apakah benar ingin mengambil minyak, jual beli senjata, memprovokasi agama mayoritas disana atau jangan-jangan negara-negara Barat terkesima dengan harem-hareem yang ada di Timur Tengah sehingga harus melakukan kegiatan invasi ?

Tentukan Pilihanmu bung Putin dan Obama !!!.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s