Bohong dan Tidak Jujur

HP saya berdering. Kulihat layar HP ternyata nama seniorku.

“Mod, dimana ? Aku lagi di Jogja.” “Lagi servis bang, gimana2 ada arahan ?” sahutku.

“Sibuk ? Ayo ketemuan, ngopi bentar.” “Si ap si ap si ap, nanti aku kabari bang kalo udah  selesai.”

“Kok tumben sekali, mungkin bakalan ada cerita nabi-nabi.” ucapku dalam hati.

Tak lama, 15 menit kemudian servis kendaraanku selesai. Aku langsung tancap gas dan bertemu di salah satu sudut kota Jogja.

“Ayo Mod, pindah tempat. Obrolan kita agak ‘intim’. Aku langsung mengajak ke warung kopi langgananku semasa SMA.

Seperti yang sudah kuduga, obrolan seniorku ini selalu cerita nabi2. Aku pun mendengarkan seksama. Berpikir positif mungkin ada sesuatu yang berguna dan bermanfaat buatku. Tiba-tiba inti pembicaraan mulai dari sini.

“Jadi begini Mod, saya ini heran sama adik saya, berkali-kali sudah saya bilang Jangan Pernah Berbohong. Saya ini Kancil, Kok berani bohongi saya. Boleh tidak jujur tapi jangan pernah berbohong. Sekali berbohong maka kebohongan yang lain akan terus mengikutinya.”

Saya heran apa bedanya Bohong dan Tidak Jujur bang. Bukannya sama saja ?.

“Maksudnya gimana bang ?”

“Tidak Jujur itu bukan berarti Bohong tetapi Bohong itu pasti Tidak Jujur.”

Contohnya begini, Adikku bilang ke bapakku kalo dirinya pergi ke kota Pare buat les B.Inggris. Aku tahu dia pergi ke tempat pacarnya dulu baru pergi ke Pare. Nah bapakku telpon ke adikku tapi adikku ga angkat. Bapakku berpikir mungkin adikku ini sedang dalam perjalanan ke Pare. Trus bapak telpon aku, “Adikmu di rumah mas ?”. Wah ndak tau pak, kayaknya pergi.”

Aku masih belum menangkap arah maksudnya.

“Kalo misal adikku bilang ke bapak, Aku ada urusan bentar pak, setelahnya baru ke Pare. Itu namanya tidak jujur. Nah dia ga bilang kalo ada urusan. Itu namanya bohong Mod.”

Aku mencoba mencerna kata-kata seniorku. Sedikit demi sedikit mulai paham maksudnya.

“Itu loo yang aku ga suka. Sudah saya katakan berkali-kali, dia tetap aja melakukannya. Heran.”

Bukankah tiap manusia sering melakukan kebohongan. Apakah itu normal atau bukan ? Dulu aku sering melakukan perbuatan tersebut. Tapi setelah dipikir-pikir benar juga perkataan seniorku ini. Lebih baik tidak jujur daripada harus berbohong. Hidup lurus itu perlu tetapi sesekali tidak jujur mungkin baik juga untuk dilakukannya. Toh kita bukan Nabi.

“Kamu jangan seperti itu ya Mod, ndak baik kasihan orang lain”. ”

“Iyaa bang.”

Siang itu aku mendapat pelajaran berharga dari seniorku. Hidup itu boleh melakukan ketidakjujuran namun jangan pernah sekali-kali melakukan kebohongan.

*Matur nuwun senior, Ilmunya bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s