Nilai Tukar Alarm

Sesuatu yang disiplin terkadang membuat manusia menjadi bosan. Adakalanya manusia ingin menjadi tidak teratur. Mulai sejak kecil, saya ‘terbiasa’ dengan keteraturan. Bangun subuh dan tidur malam jam 10. Hal itu saya lakukan sejak SD sampai dengan SMP. Waktu SMA, keteraturan menjadi virus yang menakutkan. Apalagi menginjak kuliah, keteraturan menjadi sebuah hal yang membosankan. Saat kuliah, tidak teratur dan bebas adalah idaman bagi seluruh mahasiswa/i dimanapun kalian berada. Oleh karenanya, sekali lagi saya katakan bahwa keteraturan adalah sesuatu yang membosankan. Hell Yeah !!!

Alarm. Benda yang membuat anda teratur dan disiplin. “Alarm hanya dibutuhkan oleh orang – orang yang membutuhkannya” (Cak Lontong said). Bentuk alarm bisa bermacam – macam. Adzan adalah alarm. SMS/WA/BBM/LINE dari kekasih juga bisa disebut alarm. Ayam berkokok juga merupakan alarm. Alarm sifatnya baik, karena mengingatkan anda supaya bergerak secara sistematis dan terstruktur. Pernah tidak anda membayangkan bahwa di dunia ini tidak ada alarm ? Apakah manusia bisa menjadi disiplin dan teratur ? Coba anda renungkan dan hayati (Mario Teguh said).

Ada teman saya yang mempunyai alarm unik. Seri On The Spot seharusnya menghadirkan tujuh alarm terunik dan teman saya ini harus masuk diantaranya. Alarmnya hanya berfungsi pagi hari jam 8, siang hari jam 2, dan malam hari jam 7. Mungkin terkesan standar, namun coba anda telisik lebih lanjut. Dia membutuhkan alarm hanya untuk minum air. Jika alarmnya berbunyi, maka dia harus mencari air dan segera meminumnya. Segala macam jenis air. Entah itu berbau, wangi, ataupun hambar. Suatu ketika, temannya sengaja menghilangkan segala jenis air yang harusnya dibutuhkan dan akhirnya dia terpaksa MELUDAH kemudian meminum air ludahnya sendiri. Hooeek Cuiih (don’t try at home).

Nah kalo saya juga mempunyai alarm untuk saya nikmati. Mengapa saya nikmati ? karena saya yakin hanya di tempat ini, saya bahkan anda bisa menikmati alarm ini. Jika adzan adalah alarm wajib, maka saya boleh menyebutnya alarm saya adalah alarm sunnah. Jadi begini, Pertama, jam set6 pagi ada benda yang tiba-tiba melayang dan menimpa jendela saya. Itu adalah loper koran yang melempar koran ke arah jendela kamar saya dengan maksud segera membuka jendela kamar saya. Bukan disuruh mengambil koran loo yaa. Kedua, jam 9 pagi ada tukang jamu yang selalu meneriakkan “jamu, jamu, jamune mas”. Itu tandanya saya disuruh menyegerakan sholat Dhuha. Bukan disuruh membeli jamu loo yaa. Ketiga, jam set2 siang ada sekumpulan anak SD yang mengatakan “Jenaaaang Jenaaaang”. Itu tandanya saya disuruh merekam suara mereka dan menyegerakan boci (bobok siang). Maklum pita suara mereka terdiri dari alto dan sopran jadinya harus saya rekam. Bukan disuruh mengedarkan rekamannya loo yaa. Keempat, jam 4 sore ada seorang kakek dengan suara berat seperti Bebi Romeo menyanyikan lagu “puk… puk… puk… kerupuk”. Itu tandanya saya disuruh beli gorengan. Bukan disuruh beli kerupuk loo yaa. Kelima, jam set7 ada seorang paruh baya yang mendendangkan “siomaaaay siomaaay”. Itu tandanya saya disuruh menaruh uang jimpitan di loker yang disediakan. Bukan disuruh marahin tukang siomay karena suaranya yang memekakkan telinga loo yaa.Terakhir, jam 9 ada beberapa orang yang mengambil jimpitan di rumah saya. Itu tandanya saya diberi tanda segera merapat ke Raja Sabi untuk bergabung dengan jamaah Gazpolian. Bukan disuruh untuk mengucapkan terimakasi loo yaa.

Itulah fungsi alarm sebagai nilai tukar. Bukan hanya uang namun juga alarm. Sesuatu yang membuat anda terbiasa menjadi teratur, disiplin, sistematis, terstruktur, dan massif.

#Jika anda membutuhkan rekaman alarm di atas, segera hubungi saya. Beli yang original jangan yang bajakan. Teruntuk Samid (nama disamarkan) Vielen Dank.

Advertisements

6 thoughts on “Nilai Tukar Alarm

  1. Dua jenis alarm yang paling menyebalkan: alarm jam stengah dua siang, dan alarm jam tujuh malam. Bersyukurlah bagi mereka yang tidak pernah mendengarkan kedua alarm itu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s